Max Verstappen Pertimbangkan Pensiun Dini Usai Kritik Regulasi F1 2026
Sumber Foto: RM.ID
Olahraga

Max Verstappen Pertimbangkan Pensiun Dini Usai Kritik Regulasi F1 2026

RM.id Rakyat Merdeka - Juara dunia Formula 1 empat kali, Max Verstappen, mulai memunculkan sinyal kuat bakal mengakhiri kariernya lebih cepat dari kebanyakan pembalap elite.

Indikasi itu menguat setelah pembalap andalan Red Bull Racing tersebut secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap regulasi mobil baru F1 yang akan diterapkan pada musim 2026.

Perubahan besar-besaran pada regulasi dinilai Verstappen menggerus esensi balapan. Ia bahkan tak segan menyebut mobil era baru itu sebagai “antibalapan”, seraya menyindir konsepnya mirip Formula E yang “disuntik steroid”.

Pandangan tersebut membuat masa depan Verstappen di F1 menjadi tanda tanya. Mantan pembalap F1, Derek Daly, menilai ketidakpuasan terhadap arah teknis F1 bisa mendorong Verstappen mengambil keputusan ekstrem, termasuk pensiun dini.

Menurut Daly, bagi Verstappen kesenangan dan sensasi di balik kemudi adalah faktor utama. Jika aspek itu hilang, pembalap asal Belanda tersebut tak akan ragu meninggalkan F1 dan mencari tantangan di disiplin balap lain.

“Di era sekarang, keputusan seperti itu jauh lebih mungkin terjadi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Daly, dikutip dari RacingNews365.

Daly juga menyoroti perubahan lanskap karier pembalap modern. Mereka memulai karier sejak usia sangat muda dan meraih kesuksesan finansial lebih cepat. Di sisi lain, kalender F1 yang kini mencapai 24 seri per musim dinilai semakin menguras fisik dan mental, sekaligus mengorbankan waktu bersama keluarga.

“Saya tidak meragukan bahwa usia rata-rata pensiun pembalap akan semakin muda. Bisa jadi Max Verstappen, seperti yang sering ia lakukan sebelumnya, kembali menjadi pelopor dalam mengambil keputusan besar dan berani,” pungkas Daly.