Masjid Al Ikhwan: Pusat Kegiatan Sosial dan Keagamaan Masyarakat Lebak
Nadir Media - Dengarkan Berita
RRI.CO.ID,Lebak - Masjid Al Ikhwan di Kampung Babakan Kelapa, Desa Aweh, Kabupaten Lebak, kini menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus sosial masyarakat. Didirikan pada tahun 1997, masjid ini awalnya merupakan mushola kecil di pinggir Sungai Ciberang. Karena lokasi yang kurang aman, warga sepakat memindahkannya ke tempat yang lebih strategis.
Kini, Masjid Al Ikhwan berdiri megah di pertigaan jalan, mudah diakses dari Rangkasbitung, Kalanganyar, dan Cimarga. Dengan dua lantai, masjid ini mampu menampung hingga 600 jemaah.
Tak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga rutin menggelar pengajian dan majelis taklim setiap pekan.
Salah satu pengurus, Haji Achmad Hidayat atau Haji Cece, Selasa ,24 Maret 2026, menyebut nama Al Ikhwan diambil dari madrasah yang pernah berdiri di sekitar lokasi sebagai bentuk penghormatan.
Masjid ini juga kerap menjadi tujuan kunjungan pejabat dari Provinsi Banten maupun Kabupaten Lebak. Hal ini menunjukkan peran penting Masjid Al Ikhwan sebagai salah satu ikon keagamaan di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, Masjid Al Ikhwan juga telah dua kali ditetapkan sebagai masjid ramah pemudik saat perayaan Idul Fitri.
Sejak pertama kali didirikan, Masjid Al Ikhwan telah mengalami dua kali pemugaran. Renovasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan fasilitas dan kenyamanan bagi para jemaah yang datang beribadah.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga aktif menggelar kegiatan keagamaan rutin. Majelis taklim untuk kaum perempuan dilaksanakan setiap Rabu sore, sementara kaum pria mengikuti pengajian pada Rabu malam.
Pengurus berharap Masjid Al Ikhwan terus ramai dan memberi manfaat bagi masyarakat, tidak hanya saat musim mudik, tetapi juga setiap hari.




