Mahasiswa UNDIP Gelar Storytelling Interaktif untuk Tingkatkan Literasi Anak di Jakarta
Jakarta, Sabtu 7 Februari 2026 - Bilik Bercerita Anak Lantai 4 di Perpustakaan Jakarta Cikini memang dikenal sebagai ruang yang ramai oleh berbagai aktivitas literasi anak. Namun, pada kegiatan ini suasananya terasa berbeda. Tawa anak-anak, suara cerita yang dibacakan dengan penuh ekspresi, serta interaksi hangat antara storyteller dan peserta membuat ruang tersebut terasa lebih hidup.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi bertema Little Stories, Big Dream. Dalam rangkaian acara tersebut, kelompok kami yang terdiri atas Yashita Audiya, Ardelya Putri Wahyudi, Ammara Khashi Samira, dan Devira Anjani Putri Alysha, mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro, menyelenggarakan sesi storytelling interaktif bersama penulis sekaligus editor buku anak, Kak Imran Laha. Sesi storytelling dikemas dengan konsep duduk melingkar agar anak-anak merasa lebih dekat satu sama lain dan lebih nyaman berinteraksi dengan pencerita.
Pada sesi ini, Kak Imran membacakan cerita berjudul "Pertengkaran Dua Koki." Cerita disampaikan secara ekspresif dan melibatkan anak-anak melalui pertanyaan, tebakan alur cerita, serta diskusi singkat tentang sikap tokoh-tokoh di dalamnya. Anak-anak terlihat sangat antusias dan hampir semua peserta ingin berbicara dan menyampaikan pendapat mereka. Salah satu peserta yang paling aktif adalah Ibrahim, yang beberapa kali mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan dan menebak kelanjutan cerita. Antusiasme peserta bahkan membuat beberapa anak meminta agar cerita dibacakan ulang, tetapi karena keterbatasan waktu, kegiatan harus dilanjutkan ke sesi berikutnya.
Pendekatan interaktif ini membuat anak-anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat secara aktif. Melalui cerita fabel tersebut, anak-anak diperkenalkan pada nilai-nilai seperti keberanian, kejujuran, dan empati dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan minat baca sekaligus melatih kepercayaan diri anak-anak dalam mengungkapkan pikiran mereka.
Usai mendengarkan cerita, anak-anak diarahkan ke aktivitas Pohon Harapan, sebuah media sederhana untuk menuliskan mimpi mereka. Dengan spidol warna-warni, mereka menuliskan cita-cita di kertas berbentuk buah dan menempelkannya pada pohon karton yang telah disiapkan. Aktivitas ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk berhenti sejenak, membayangkan masa depan, dan berani menyebutkan apa yang mereka impikan. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, hingga astronot. Beberapa anak bahkan maju ke depan untuk membacakan tulisannya, seolah ingin memastikan bahwa mimpi mereka didengar.
Di sela-sela kegiatan, Kak Imran membagikan buku cerita anak secara gratis kepada 20 peserta. Momen ini disambut dengan penuh kegembiraan, anak-anak tampak antusias memilih buku dan memperlihatkan pilihan mereka kepada teman-temannya. Buku-buku tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bacaan di rumah dan membantu membangun kebiasaan literasi sejak dini.
Menjelang akhir acara, kelompok penyelenggara menyerahkan plakat penghargaan kepada Kak Imran sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung kegiatan literasi anak di Perpustakaan Jakarta. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan panitia. Bagi kami, kegiatan ini menjadi pengalaman langsung yang menunjukkan bagaimana cerita sederhana dapat membuka imajinasi dan memantik semangat belajar anak-anak.




