Layanan Teguran Asmara Jadi Tren di Tiongkok untuk Lepas dari 'Otak Cinta'
Kabar6-Anak muda di Tiongkok membayar layanan viral, dikenal sebagai ‘layanan teguran’ atau ‘terapis otak cinta’, di mana orang asing dengan tegas memberi kritik untuk membantu mereka melepaskan diri dari situasi romantis yang obsesif, toxic, atau tak berbalas (sering disebut ‘otak cinta’).
Istilah otak cinta atau love brain ditujukan untuk orang-orang yang kehilangan logika dan rasionalitas akibat obsesi berlebih terhadap orang yang dicintai.
Layanan ini, melansir scmp, memberikan peringatan untuk fokus pada diri mereka sendiri, dengan biaya kecil, agar seseorang menyampaikan kebenaran yang keras dan realistis tentang hubungan mereka. Salah satu sosok yang mempopulerkan tren ini adalah Taozai, seorang influencer dengan pengikut mencapai 2 juta orang. Taozai menawarkan jasa konsultasi yang tidak biasa, teguran kasar dan blak-blakan bagi mereka yang curhat soal asmara.
Untuk mendapatkan layanan eksklusif ini, pengikutnya harus membayar biaya keanggotaan sebesar sekira Rp4,3 juta per tahun. Dengan tarif tersebut, klien mendapatkan hak istimewa untuk berkonsultasi secara privat atau memotong antrean saat siaran langsung (live streaming).
Dalam salah satu sesi, Taozai pernah menegur seorang wanita dari keluarga kaya yang sedang galau. “Kamu tidak hanya memiliki ‘otak cinta’, kamu juga secara tidak sadar mendiskriminasi orang-orang dengan pendidikan rendah dan kaum miskin,” ujar Taozai.
“Kamu mendiskriminasi orang lain, dan orang lain tidak akan mencintaimu. Ini karma, kamu pantas mendapatkannya,” sambung Taozai tegas.
Teguran serupa juga diberikan kepada seorang pria yang mengeluh tetap memberikan kasih sayang meski pacarnya tidak peduli. “Kamu sama saja. Hanya lalat yang hinggap di kotoran,” kata Taozai.
Bagi sebagian pengguna, metode ‘terapi kemarahan’ ini dianggap lebih efektif dan ekonomis dibandingkan sesi konseling profesional. Sebagai perbandingan, tarif psikolog di kota-kota besar Tiongkok berkisar antara sekira Rp1,2 juta hingga Rp4,8 juta per jam.
“Tiga puluh menit itu membantu saya melupakan mantan. Ini jauh lebih murah daripada pergi ke terapis,” kata salah seorang pengguna jasa tersebut.
Munculnya jasa teguran asmara ini menjadi bagian dari tren ‘ekonomi emosional’ yang sedang berkembang pesat di Tiongkok. Masyarakat kini mulai beralih dari konsumsi barang fungsional ke konsumsi layanan yang memberikan kepuasan atau pelepasan emosional.(ilj/bbs)




