Kreator Konten Australia Khawatir Eksodus Akibat Pembatasan Media Sosial
Sumber Foto: Harianjogja.com
Hiburan

Kreator Konten Australia Khawatir Eksodus Akibat Pembatasan Media Sosial

Jumali

Jumali

Youtube / StockCake

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA —Larangan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun mulai Desember 2025 memicu kekhawatiran kreator konten Australia. Pendapatan iklan terancam turun dan sejumlah kreator mempertimbangkan pindah ke luar negeri.

Reuters, Senin (24/11/2025) mengungkapkan, larangan yang bertujuan melindungi anak-anak ini diyakini akan memberikan dampak berat pada industri media sosial Australia, yang diperkirakan menghasilkan A$9 miliar (sekitar Rp96 triliun) per tahun.

Advertisement

Salah satu kreator yang secara terbuka mempertimbangkan relokasi adalah Jordan Barclay, seorang YouTuber dengan 23 juta subscriber.

"Kami akan pindah karena di luar negeri pendapatan masih tersedia. Tidak bisa bertahan jika pengiklan meninggalkan Australia," ujar Jordan Barclay.

BACA JUGA

Laga Kandang PSS Sleman Kontra Kendal, Tiket Ludes Terjual!

Kecelakaan di Bugisan Jogja, Ternyata Pengemudi Mobil Dalam Pengaruh Alkohol

Perusahaan Barclay, Spawnpoint Media, yang memiliki kemitraan besar dengan merek global seperti Lego dan Microsoft, telah mencatat adanya penurunan minat dari pihak sponsor.

"Jika kondisi meluas, kami akan berinvestasi di luar negeri," tegasnya.

Amerika Serikat dan Inggris disebut sebagai tujuan alternatif, menyusul langkah serupa yang telah diambil oleh keluarga kreator Empire Family pada Oktober lalu.

Musisi anak-anak seperti Tina dan Mark Harris (dengan 1,4 juta subscriber) juga mengungkapkan kekhawatiran serupa mengenai masa depan pendapatan mereka.

Undang-undang baru mewajibkan platform media sosial memblokir pengguna yang diverifikasi berusia di bawah 16 tahun, dengan ancaman denda hingga A$49,5 juta (sekitar Rp532 miliar) bagi platform yang melanggar.

Susan Grantham, peneliti media sosial dari Griffith University, menjelaskan bahwa dampaknya akan instan.

"Dalam sekejap, semua akun di bawah 16 tahun hilang, dan ekonomi influencer langsung terdampak," jelas Grantham.

Meskipun remaja masih dapat menonton konten di YouTube tanpa akun, algoritma platform tidak akan mampu merekomendasikan konten kepada mereka secara optimal, yang berdampak pada penurunan jangkauan ( reach).

Kreator konten remaja seperti Dimi Heryxlim (15 tahun) merasakan kekecewaan mendalam. Akun TikTok dan Instagram-nya, yang digunakan untuk mempromosikan bisnis keluarga 'House of Lim', terancam diblokir.

"Ini mimpi buruk. Tapi saya akan buat akun baru saat berusia 16 tahun," ujarnya.

Ancaman terbesar dari kebijakan ini dihadapi oleh kreator skala kecil hingga menengah yang sangat bergantung pada pasar domestik Australia. Sementara itu, kreator besar seperti Cyron Bay masih dapat bertahan karena memiliki basis audiens yang didominasi oleh audiens global.

BACA JUGA

Instagram Izinkan Unggah Reels hingga 20 Menit, Ini Detailnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag: media sosial

Advertisement

Berita Terkait

Hotel 1O1 STYLE Jogja Bahas Cinta Sehat Saat Valentine

Dukung MBG, Prabowo Bakal Beri Kapolri Bintang Mahaputera

Daftar Istilah yang Muncul dalam Perseteruan SEAblings dan Knetz

Ikuti Australia, India Siapkan UU Larang Media Sosial bagi Anak

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Berita Terbaru

Block Inc PHK 4.000 Karyawan, Jack Dorsey Genjot AI

Ototekno | 12 hours ago

Google Blokir Background Play YouTube Gratis di Browser

Ototekno | 13 hours ago

IBM: AI Generatif Picu Malware Baru, APEC Diserang 45 Persen

Ototekno | 13 hours ago

Tesla di Australia Dilengkapi Grok AI

Ototekno | 13 hours ago

Advertisement

Perplexity Luncurkan AI Otonom dengan Sistem Sandbox

Ototekno | 14 hours ago

WhatsApp Uji Coba Fitur Pesan Terjadwal di iOS Beta

Ototekno | 15 hours ago

Nissan Versa 2026 Debut, Laris di Meksiko Meski Setop di AS

Ototekno | 15 hours ago

Google Maps Siapkan Fitur AI Nano Banana

Ototekno | 16 hours ago

Ramadhan 2026, ChatGPT Jadi Andalan Produktivitas dan Bisnis Warga RI

Ototekno | 1 day ago

Advertisement

YouTube Premium Lite Kini Dukung Background Play

Ototekno | 1 day ago

Penjualan Anjlok, Produsen Mobil China Andalkan Kredit Nol Persen

Ototekno | 1 day ago

Dituduh Boneka Kartel, Presiden Meksiko Siap Gugat Elon Musk

Ototekno | 1 day ago

Daftar HP yang Tak Bisa Pakai WhatsApp Mulai Februari 2026

Ototekno | 1 day ago

Samsung Galaxy S26 Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Ototekno | 1 day ago

Advertisement

Mudik Aman, Pakar Ungkap Risiko Mobil Ditinggal Terlalu Lama

Ototekno | 2 days ago