Nadir Media - Kota Ho Chi Minh berencana untuk mengintegrasikan perawatan paliatif ke dalam sistem pelayanan kesehatan primer sebagai respons terhadap perubahan demografi dan peningkatan beban penyakit. Hal ini dinyatakan dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kedokteran Perawatan Paliatif Vietnam dan Universitas Kedokteran dan Farmasi Kota Ho Chi Minh pada 16 Juli.
Lokakarya bertema "Konsensus tentang Pengintegrasian Perawatan Paliatif ke dalam Sistem Pelayanan Kesehatan Primer di Kota Ho Chi Minh" menggarisbawahi pentingnya perawatan paliatif dalam sistem kesehatan modern. Dr. Nguyen Van Vinh Chau, Wakil Direktur Dinas Kesehatan, menekankan bahwa perawatan paliatif seharusnya dimulai segera setelah diagnosis penyakit, bukan hanya untuk pasien kanker stadium akhir.
Dr. Chau menjelaskan bahwa Kota Ho Chi Minh menghadapi tiga tren utama: penuaan populasi yang cepat, peningkatan penyakit tidak menular, dan kebutuhan akan perawatan jangka panjang. Penyakit seperti kardiovaskular, diabetes, dan kanker menjadi penyebab utama kematian. Untuk itu, tindakan perawatan paliatif yang memadai diperlukan untuk mengelola nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Dinas Kesehatan telah mengidentifikasi beberapa tugas utama, termasuk pengembangan peta jalan untuk mengintegrasikan perawatan paliatif ke seluruh sistem layanan kesehatan kota.
Statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2015, sekitar 649.000 orang di Vietnam membutuhkan perawatan paliatif, dan permintaan diproyeksikan meningkat 87% pada tahun 2060. Meskipun perawatan paliatif saat ini sebagian besar tersedia di rumah sakit tingkat pusat, layanan ini belum merata di seluruh wilayah. Oleh karena itu, pengintegrasian perawatan paliatif menjadi keharusan mendesak, meski harus diimbangi dengan perhatian terhadap beban kerja dan aspek keuangan, termasuk cakupan asuransi kesehatan dan kerangka hukum untuk pengelolaan morfin.