Konten Kreator Malang Diterpa Laporan Dugaan Pelecehan Seksual
MALANG, KOMPAS.com - Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang telah menerima laporan dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan konten kreator asal Kabupaten Malang, IA, yang baru-baru ini viral di media sosial.
Kasat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang, AKP Yulistiana Sri Iriana mengatakan laporan itu sudah dilakukan pekan lalu oleh terduga korban kekerasan seksual yang dilakukan IA.
"Iya benar (sudah laporan) dugaan TPKS minggu kemarin," ujar Yulistiana, Jumat (13/2/2026).
Yulistiana menyebut saat ini pihaknya tengah melakukan proses penyelidikan sekaligus pendalaman dari laporan tersebut, baik kepada terduga korban dan saksi.
Yulis menyebut, sejauh ini pihaknya telah meminta keterangan lima orang, terdiri dari saksi dan juga korban.
"Sedang kita proses mengumpulkan keterangan saksi maupun korban. Sementara masih 5 orang yang kami periksa. Namun kemungkinan akan bertambah," tuturnya.
Sementara itu, Konten kreator, IA mengaku siap kooperatif memberikan klarifikasi kepada pihak kepolisian, apabila dirinya terbukti melakukan tindakan kekerasan seksual (TPKS), sebagaimana viral di media sosial belakangan ini.
“Kalau ada yang melaporkan atas nama saya, ya kita ikuti proses hukum. Insyaallah kita kooperatif,” ungkapnya saat ditemui, Jumat (13/2/2026).
Namun, IA memastikan bahwa isu yang beredar di media sosial tidak benar. Oleh karena itu, pihaknya mengaku siap melaporkan balik, apabila ada pihak yang melaporkan dirinya tanpa bukti, yang berpotensi merusak citranya.
Sebab, akibat isu yang beredar di media sosial saat ini, IA mengaku merasa dirugikan baik terhadap pribadinya maupun kepada profesinya sebagai konten kreator maupun tokoh agama.
"Tapi alhamdulillah kalau subscriber, sejauh ini masih tetap. Karena pada dasarnya mereka yang cinta akan tetap cinta," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang konten kreator asal Kabupaten Malang, IA dikaitkan dalam dugaan tindakan pelecehan seksual terhadap beberapa model perempuan atau muse yang dijadikan pemeran dalam konten akun Youtube-nya.
Salah satu terduga korban mengungkapkan pengalaman pahitnya melalui akun media sosialnya @sovinovitav.
"Hati-hati yah para muse, terutama muse Malang. Hati-hati dengan tawaran shooting atau butuh talent di daerah pondok pesantren atau daerah Pakis dengan tema 'sumpah pocong'," demikian tulisnya di akun media sosialnya.
Ia menceritakan kronologi kejadian sampai dirinya mendapatkan tindakan tidak menyenangkan itu, dari seorang yang diduga Gus Idris.
Mulanya, ia mengaku mendapat tawaran shooting dari seseorang pemilik akun Instagram @nana.portofolio.
Saat itu, dirinya mengira akan dijadikan model dalam sesi photoshoot MUA. Namun, ternyata ia juga diminta untuk akting dalam sebuah konten video.
"Shooting di lokasi pertama di tempat penjualan hewan. Syok sedikit," ujarnya.
Sampai pada akhirnya, ia sempat mendapat doktrin berembel-embel agama. Selanjutnya juga diminta untuk memijat seorang gus yang diduga Gus Idris, hingga sempat menyentuh bagian vitalnya.
"Dan di sini aku puter otak gimana caranya aku bisa keluar dari kamar sialan itu," urainya.




