Kondisi Mengkhawatirkan Industri Hiburan di Batam
Sumber Foto: Jawa Pos
Nadir Fokus

Kondisi Mengkhawatirkan Industri Hiburan di Batam

Industri hiburan di Batam saat ini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah tempat hiburan terpaksa tutup akibat penurunan jumlah pengunjung yang signifikan. Fenomena ini telah berlangsung selama tiga tahun terakhir dan semakin memburuk dengan berjalannya waktu.

Salah satu contoh mencolok adalah penutupan diskotek terbesar di Batam pada Februari 2018, yang telah beroperasi selama 15 tahun. Penutupan ini dipicu oleh lemahnya perekonomian di kota tersebut, yang berdampak langsung pada sektor hiburan.

Pernyataan Ketua Asosiasi Jasa Hiburan

Gembira Ginting, Ketua Asosiasi Jasa Hiburan (Ajahib) Kota Batam, menyatakan bahwa kondisi saat ini adalah yang terburuk dalam sejarah industri hiburan di Batam. Ia menilai bahwa tahun 2017 dan awal 2018 merupakan puncak keterpurukan bagi sektor ini.

Gembira mengkritik langkah pemerintah kota yang menaikkan tarif pajak hiburan, yang dianggapnya tidak berpihak pada pelaku industri. Dalam Perda Nomor 7/2017 tentang Pajak Daerah, tarif pajak untuk berbagai jenis hiburan, seperti diskotik, klub malam, dan panti pijat, mengalami kenaikan signifikan. Pajak diskotik dan klub malam, misalnya, meningkat dari 15 persen menjadi 35 persen.

Dampak Kebijakan Pajak yang Meningkat

Kenaikan tarif pajak juga berlaku untuk gelanggang permainan yang dibagi menjadi dua kategori. Pajak untuk ketangkasan dewasa naik menjadi 50 persen, sementara untuk anak-anak tetap 15 persen. Selain itu, pajak untuk pacuan kuda dan balap kendaraan bermotor meningkat dari 10 persen menjadi 20 persen, dan pajak boling dari 5 persen menjadi 15 persen.

Gembira menekankan bahwa pemerintah seharusnya lebih sensitif terhadap keadaan yang dihadapi oleh industri hiburan. Ia berharap kebijakan pajak yang baru diterapkan dapat ditinjau ulang, mengingat banyak laporan mengenai sepinya pengunjung dan penutupan tempat hiburan yang terus bermunculan.

Kondisi yang Semakin Memburuk

Menurut Gembira, hampir setiap minggu terdapat laporan mengenai tempat hiburan yang tutup. Ia menyebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, industri hiburan di Batam mengalami penurunan yang terus-menerus, dengan dua tahun terakhir menjadi yang paling berat.

Dengan kondisi yang semakin parah, Gembira berharap pemerintah dapat mempertimbangkan langkah-langkah strategis yang lebih mendukung untuk memperbaiki situasi industri hiburan di Batam.