KKP Pastikan Stabilitas Harga Ikan Selama Ramadhan 1447 H
waktu baca 2 menit
Stok Januari sampai Maret ini prediksi itu posisinya aman. Bahkan posisinya melebihi dari 100 persen rata-rata
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan harga ikan nasional tetap stabil selama Ramadhan 1447 H dan Lebaran 2026, karena pasokan ikan hingga Maret dalam kondisi aman dengan stok yang lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi.
Dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, Pelaksana tugas Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Machmud menyampaikan bahwa berdasarkan prognosa KKP, produksi ikan nasional Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 3,57 juta ton, terdiri atas 2,05 juta ton dari sektor budidaya dan 1,52 juta ton dari sektor perikanan tangkap.
Sementara itu, kebutuhan konsumsi masyarakat pada periode yang sama hanya sekitar 1,94 juta ton.
“Stok Januari sampai Maret ini prediksi itu posisinya aman. Bahkan posisinya melebihi dari 100 persen rata-rata,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas pasokan, Machmud mengatakan KKP menyiapkan 2.287 unit cold storage dengan kapasitas total sekitar 899.000 ton, termasuk 22.000 ton milik pemerintah.
Baca juga: KKP pastikan mutu dan keamanan ikan terjaga baik selama Ramadhan
Baca juga: KKP hentikan sementara pemanfaatan ruang laut tak berizin di Gresik
Cold storage ini, kata dia, berfungsi sebagai penyangga, sehingga kelebihan produksi dapat disimpan dan dikeluarkan kembali apabila terjadi kekurangan pasokan di pasar.
“Kalau stok masih ada, pedagang biasanya mengeluarkan dari cold storage sehingga harga tidak melonjak tinggi,” tuturnya.
Ia menambahkan permintaan ikan segar biasanya meningkat 10–20 persen saat Ramadhan dan Idul Fitri.persen dibandingkan bulan biasa.
Meskipun terjadi lonjakan permintaan, pasokan ikan nasional dipastikan tetap berada dalam kondisi aman dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan harga ikan budidaya cenderung stabil.
“Kekhawatiran inflasi tidak perlu kita risaukan. Data menunjukkan kenaikan harga hanya sekitar 0,25 sampai 1,39 persen,” kata Tebe.
Kenaikan harga terbesar tercatat pada ikan lele, naik 1,39 persen dengan kisaran Rp24.461–Rp24.859 per kilogram.
Ikan nila naik 0,89 persen atau di kisaran Rp30.544–Rp31.089 per kilogram, sementara patin berada di kisaran Rp23.527–Rp23.644 per kilogram.
Udang vaname tercatat Rp63.618–Rp63.925 per kilogram. Adapun lobster menjadi komoditas dengan harga tertinggi mencapai Rp348.684 per kilogram, disusul kerapu Rp106.887 per kilogram.
“KKP meyakini ketersediaan ikan hasil budidaya bisa tercukupi selama Ramadhan hingga Idul Fitri,” ucap Tebe.
Baca juga: Pemerintah perkuat perlindungan ABK yang akan bekerja di luar negeri
Baca juga: KKP siapkan strategi perluas akses pasar produk perikanan pada 2026
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




