Kisah Syarif Hidayatullah: Pemilik Pasar Bambu Bonjeruk dan Perjuangannya di Tengah Gempa dan Pandemi
Sumber Foto: LombokPost
Nadir Fokus

Kisah Syarif Hidayatullah: Pemilik Pasar Bambu Bonjeruk dan Perjuangannya di Tengah Gempa dan Pandemi

Syarif Hidayatullah, pemilik Pasar Bambu Bonjeruk, menghadapi tantangan besar dalam menjalankan usahanya. Sejak gempa bumi yang melanda dan pandemi COVID-19, ia harus mencari cara untuk bertahan dan tetap relevan di tengah kesulitan tersebut.

Perjuangan di Tengah Bencana

Gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, termasuk para pelaku usaha seperti Syarif. Selain itu, pandemi yang melanda dunia juga membawa tantangan baru dalam menjalankan bisnis. Di tengah situasi ini, Syarif mencoba untuk mengoptimalkan potensi yang ada di Pasar Bambu Bonjeruk.

Menu Utama Pernikahan Tradisional

Di pasar ini, salah satu menu yang menjadi andalan adalah Ayam Merangkat, yang merupakan hidangan khas dalam pernikahan tradisional Suku Sasak. Menu ini tidak hanya menjadi simbol kebudayaan, tetapi juga membantu menarik pelanggan yang ingin merayakan momen penting dengan sentuhan lokal.

Strategi Bertahan

  • Inovasi dalam menu dan pelayanan
  • Memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pelanggan
  • Membangun kerjasama dengan komunitas lokal

Syarif terus berupaya untuk beradaptasi dengan situasi yang ada, menyusun strategi agar Pasar Bambu Bonjeruk dapat terus beroperasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.