Kiai Maman: Perlindungan Anak di Indonesia Memprihatinkan
Sumber Foto: Pikiran Rakyat Subang
Sosial

Kiai Maman: Perlindungan Anak di Indonesia Memprihatinkan

Laporan: Moh. Rohim

PR Subang, SUMEDANG – Keheningan acara Tarhib Ramadan di Pondok Pesantren Nurul Aulia, Citimun, Sumedang, Minggu (15/2/2026), seketika berubah menjadi refleksi mendalam saat KH Maman Imanulhaq berdiri di podium.

Legislator dari Fraksi PKB ini menyoroti dua tragedi memilukan yang baru saja mengguncang publik: kasus bunuh diri seorang anak di NTT dan insiden tragis hubungan ibu-anak di Medan.

Bagi Maman, peristiwa tersebut bukan sekadar angka dalam laporan kriminal, melainkan bukti nyata adanya "lubang besar" dalam sistem sosial dan negara.

"Ramadan identik dengan kasih sayang, namun bangsa ini justru mendapat tamparan keras lewat tragedi tersebut. Ada anak yang merasa hidupnya tidak lagi berharga, dan ada relasi keluarga yang hancur karena tekanan batin. Ini adalah jeritan generasi yang gagal kita dengar," tegas Maman Imanulhaq di hadapan para santri dan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa anak-anak saat ini tidak hanya berjuang melawan tekanan akademik, tetapi juga terjebak dalam lingkaran perundungan (bullying), trauma, hingga kehilangan figur pelindung di rumah maupun sekolah.

Maman Imanulhaq mengecam budaya "pendisiplinan" yang seringkali menjadi kedok bagi kekerasan fisik maupun verbal.

Menurutnya, pemukulan dan penghinaan bukanlah metode pendidikan, melainkan luka yang dapat memicu tragedi di masa depan.