Nadir Media - Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan stabilisasi harga dan pasokan bahan pokok selama Ramadhan dan Lebaran 2026 melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
“Kesiapan ini tentu berkaitan dengan pengendalian inflasi. Kita mengecek seluruh persiapan, mulai dari kondisi cuaca, kelancaran logistik, hingga ketersediaan energi dari Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan laporan, termasuk dari BPS (Badan Pusat Statistik) dan Satgas Pangan,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis.
Ia menekankan, pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan ketersediaan pangan tercukupi, harga tetap terjangkau, distribusi berjalan lancar, serta komunikasi yang efektif.
“Karena itu, para kepala daerah bupati, wali kota, wakil bupati, dan wakil wali kota hari ini hadir langsung dan tidak mewakilkan kepada sekda. Ini menunjukkan keseriusan bersama,” katanya.
High Level Meeting TPID, lanjut Khofifah, merupakan agenda rutin, namun kali ini diperkuat dengan sinergi TP2DD sehingga penguatan pengendalian inflasi menjadi semakin optimal.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim menyatakan High Level Meeting TPID yang dikolaborasikan dengan TP2DD menjadi momentum penting dalam penguatan pengendalian inflasi daerah.
“Hari ini kita telah melaksanakan High Level Meeting TPID yang juga dikolaborasikan dengan TP2DD. Keduanya saling berkaitan dalam upaya bagaimana negara dan masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas dengan lebih baik, khususnya dalam pengendalian inflasi daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum ini krusial karena bertepatan dengan Ramadhan dan Lebaran 2026, sehingga kesiapan pasokan kebutuhan masyarakat harus benar-benar terjamin.
“Seluruh dinas dan lembaga seperti Bulog, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Pertamina telah memastikan kesiapan pasokan bahan baku, logistik, serta energi,” katanya.
Ibrahim juga mengapresiasi program mudik gratis Pemprov Jatim, termasuk fasilitas pengangkutan sepeda motor.
“Salah satu poin yang ingin saya highlight adalah fasilitas pengangkutan sepeda motor dalam program mudik gratis. Ini mendapat apresiasi positif karena selain mengurangi kepadatan lalu lintas, juga menekan risiko kecelakaan,” ungkapnya.
Ia berharap berbagai langkah antisipatif tersebut dapat mendukung masyarakat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Lebaran dengan nyaman.
"Semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan merayakan Lebaran bersama keluarga dengan sebaik-baiknya," katanya.