Keterpurukan AC Milan: Ketegangan Antara Allegri dan Furlani Semakin Memuncak
AC Milan saat ini dilanda perpecahan internal yang semakin tajam, terutama antara pelatih kepala Massimiliano Allegri dan CEO Giorgio Furlani. Ketegangan ini diketahui berakar dari ketidakpuasan Allegri terhadap manajemen klub, yang dinilai tidak memberikan dukungan yang memadai terhadap rencananya di bursa transfer musim dingin lalu.
Laporan dari surat kabar Il Giornale menyebutkan bahwa hubungan antara keduanya berada di titik nadir, dan kondisi ini mungkin akan berujung pada perombakan besar di akhir musim. Allegri, yang merasa tidak mendapatkan otonomi dalam mengambil keputusan terkait skuad, mengancam akan mencari peluang lain jika situasi ini tidak berubah.
Di sisi lain, Furlani menunjukkan kekecewaan terhadap performa tim yang dianggap gagal memanfaatkan kesempatan berharga, mengingat AC Milan tidak berpartisipasi dalam kompetisi piala Eropa musim ini. CEO Rossoneri ini berharap timnya dapat bersaing secara lebih kompetitif dalam perebutan gelar scudetto dan menuntut permainan yang lebih atraktif.
Kandidat Pelatih dan Perombakan Manajemen
Kekecewaan Furlani tampaknya memicu pencarian calon pelatih baru yang dinilai mampu menghadirkan gaya permainan yang lebih menghibur. Beberapa nama kandidat pelatih yang muncul antara lain:
- Vincenzo Italiano: Pelatih Bologna ini disebut-sebut sebagai pilihan utama Furlani sejak bursa transfer musim panas lalu.
- Raffaele Palladino: Pelatih yang saat ini sedang menunda penandatanganan perpanjangan kontrak dengan Atalanta juga menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.
Sementara itu, posisi direktur olahraga Igli Tare juga terancam, terutama jika pemilik klub Gerry Cardinale memutuskan untuk mendukung langkah Furlani. Manajemen dikabarkan tengah memantau Tony D’Amico sebagai calon pengganti Tare, mengingat D’Amico dikenal menghargai kinerja pelatih Bologna tersebut.
Analisis Situasi
Pecahnya hubungan antara Allegri dan Furlani menjadi semakin jelas mengapa performa tim di lapangan dalam beberapa bulan terakhir terlihat tidak konsisten. Kesulitan bagi tim untuk meraih gelar juara sangat dipengaruhi oleh kurangnya keselarasan visi antara pelatih dan manajemen dalam membangun skuad.
Tuntutan Allegri untuk mendapatkan otonomi dalam keputusan transfer merupakan hal yang wajar bagi seorang pelatih yang berambisi. Di sisi lain, keinginan Furlani untuk mendatangkan pelatih yang lebih menyerang juga mencerminkan kerinduan suporter akan sepak bola yang lebih atraktif.
Dalam situasi ini, Gerry Cardinale dihadapkan pada keputusan penting untuk menentukan arah klub, agar AC Milan tidak semakin terperosok dalam masalah yang berkepanjangan.




