Kepentingan Ekonomi China Terancam Usai Kematian Khamenei
Internasional

Kepentingan Ekonomi China Terancam Usai Kematian Khamenei

Nadir Media - Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - China mengutuk keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang berujung pada kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (28/2).

Di balik kutukan keras itu, China memiliki kepentingan ekonomi yang sangat vital di Teheran.

Dilansir dari Tribunnews pada Senin (2/3), China ialah pembeli utama minyak Iran terbesar di dunia.

Yakni, China menyerap lebih dari 80 persen dari total minyak yang dikapalkan oleh negara tersebut.

Dilaporkan, kilang-kilang independen China mengimpor 1,38 juta barel minyak Iran per hari.

Adapun hubunganbaik mereka didorong oleh diskon besar-besaran yang ditawarkan Iran di tengah sanksi Barat.

Yakni, mencakup sekitar 13,4 persen dari total impor minyak laut China.

Kini, kelanjutan pasokan terganggu imbas serangan pasukan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Sebagai informasi, perwakilan tetap China untuk PBB, Fu Cong mengaku geram atas serangan itu.

Menurut China, aksi militer ini sebagai langkah yang mengejutkan.

Sebab, serangan ini dilakukan di saat proses negosiasi diplomatik antara Washington dan Teheran sedang berlangsung.

Beijing menilai serangan yang menewaskan Khamenei sudah melewati garis merah.

Lantas, Fu Cong mendesak semua pihak untuk kembali ke meja perundingan.

You can share this post!