Kenaikan Harga Kendaraan Listrik Tiongkok Guncang Pasar Thailand
Sumber Foto: Vietnam.vn
Internasional

Kenaikan Harga Kendaraan Listrik Tiongkok Guncang Pasar Thailand

Langkah ini menandai titik balik di pasar kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara. Di dealer BYD, jumlah pesanan dilaporkan menurun secara signifikan karena harga tidak lagi "terjangkau" seperti sebelumnya. Tidak hanya BYD, tetapi merek seperti SAIC Motor dan Chery Automobile juga telah menyesuaikan harga mereka. Berakhirnya penawaran promosi telah mengantarkan fase baru bagi pasar, di mana pembeli harus mempertimbangkan pilihan mereka dengan lebih cermat sebelum membeli kendaraan. Dalam konteks ini, beberapa model kendaraan hibrida dan listrik dari produsen Jepang seperti Toyota Motor dan Honda Motor menjadi lebih kompetitif dalam hal harga. Tahun ini dipandang sebagai ujian nyata bagi permintaan kendaraan listrik di Thailand.

Selain itu, Federasi Industri Thailand (FTI) mengumumkan pada 24 Februari bahwa produksi mobil Thailand mencapai 118.386 unit pada Januari 2026, meningkat 10,53% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh penjualan domestik dan produksi kendaraan listrik (EV). Pertumbuhan ini mengikuti peningkatan 8,56% pada Desember 2025. Selama periode yang sama, penjualan domestik meningkat sebesar 53,77% dibandingkan tahun sebelumnya.

Thailand adalah pusat manufaktur otomotif terbesar di Asia Tenggara dan berfungsi sebagai basis ekspor bagi beberapa produsen mobil terkemuka dunia, termasuk Toyota dan Honda. Produsen kendaraan listrik Tiongkok seperti BYD (Build Your Dreams) dan GWM (Great Wall Motors) telah mendirikan pabrik di Thailand untuk penjualan domestik dan ekspor.

FTI memperkirakan produksi mobil akan meningkat sebesar 3% menjadi 1,5 juta unit tahun ini, setelah mengalami penurunan 0,9% menjadi 1,455 juta unit tahun lalu.