Nadir Media - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengajak Universitas Sahid untuk berkolaborasi dalam pengembangan talenta kreatif dan inkubasi startup. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045 yang telah ditetapkan sebagai arah pembangunan ekonomi kreatif nasional.
Pertemuan antara Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, dan perwakilan Universitas Sahid berlangsung di Autograph Tower, Jakarta. Dalam audiensi tersebut, Menteri Riefky mengungkapkan bahwa kompetensi Universitas Sahid sangat sesuai dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif, sehingga dapat menjadi modal untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan talenta, riset, dan inovasi.
Universitas Sahid memaparkan enam usulan program kolaborasi, yang mencakup pengembangan Creative Hub Kampus, Beasiswa Konten Kreator, serta pembentukan Desa Kreatif. Program lainnya termasuk inkubasi dan akselerasi startup kreatif serta sosialisasi Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi kreator konten. Menteri Riefky menyatakan bahwa sejumlah program tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Ekraf dan menyarankan agar pembahasan teknis segera dilakukan untuk menindaklanjuti usulan tersebut.
Rektor Universitas Sahid, Giyatmi, menyatakan kesiapan kampus dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Universitas Sahid juga mengundang Menteri Ekraf untuk menjadi keynote speaker pada International Conference on Community Development (ICCD) yang dijadwalkan pada 14 Oktober 2026. Kementerian Ekraf dan Universitas Sahid berkomitmen untuk memperkuat pengembangan talenta, riset, dan kewirausahaan sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional.