Kemenko PMK dan Dicoding Luncurkan Platform Literasi Digital Bijak Cerdas Berdigital
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggandeng perusahaan edukasi teknologi Dicoding untuk memperkuat literasi digital masyarakat melalui peluncuran platform belajar daring Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI.
Peluncuran platform tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) secara aman, etis, dan bertanggung jawab di tengah meningkatnya adopsi teknologi digital di Indonesia.
Chief Executive Officer Dicoding, Narenda Wicaksono, mengatakan platform ini dirancang untuk memperkuat fondasi literasi digital dan AI bagi masyarakat luas melalui materi pembelajaran yang mudah diakses secara gratis.
“Melalui ruang belajar digital ini, Dicoding berfokus memperkuat fondasi literasi digital dan AI untuk masyarakat Indonesia. Kehadiran platform Bijak Cerdas diharapkan membantu masyarakat menavigasi dunia digital dan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab,” katanya dalam peluncuran platform tersebut.
Menurut dia, platform bijakcerdas.dicoding.com dikembangkan dalam format microlearning berbasis massive open online course (MOOC) yang dapat diakses oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak, guru, dan orang tua.
Selain menyediakan materi edukasi, platform ini juga dilengkapi fitur Cek Kesehatan Digital (CKD) bagi pengguna dewasa sebagai alat ukur pemahaman serta kebiasaan digital dalam aspek kecakapan, keamanan, dan etika digital.
Menko PMK Pratikno menilai penggunaan AI menjadi kebutuhan penting di era digital, namun harus diimbangi dengan pemahaman yang tepat agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
“Penggunaan AI itu penting. Tetapi, kalau tidak bijak dan tidak cerdas, justru bisa banyak efek negatifnya. Untuk itu kami menggandeng Dicoding agar anak-anak, remaja, dan orang tua bisa cerdas berdigital dan ber-AI,” ujarnya.
Peluncuran platform yang bertepatan dengan momentum Hari Keamanan Berinternet tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas unit di lingkungan Kemenko PMK, termasuk Deputi IV Bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Deputi I Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan, serta Gugus Tugas Pembangunan Talenta Kecerdasan Buatan Nasional.
Kolaborasi ini juga melibatkan Day of AI Indonesia dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi yang turut berkontribusi dalam pengembangan serta peninjauan materi pembelajaran.
Dicoding menghadirkan pengalaman belajar interaktif melalui video, kuis, dan refleksi. Pengguna yang masuk menggunakan akun Dicoding dapat menyimpan progres belajar serta memperoleh lencana digital sebagai bentuk apresiasi capaian pembelajaran.
Ke depan, Dicoding dan Kemenko PMK berkomitmen melakukan sosialisasi platform tersebut kepada anak, guru, dan orang tua di berbagai daerah agar pemanfaatannya semakin luas dan merata.
Dicoding merupakan platform pembelajaran teknologi di Indonesia yang telah melatih lebih dari 850.000 pengembang sejak berdiri pada 2015 serta bekerja sama dengan berbagai mitra teknologi global dan instansi pemerintah dalam pengembangan talenta digital.




