Nadir Media - Mahasiswi UIN Suska Riau korban pembacokan sedang dalam perawatan di RS Bhayangkara Pekanbaru. (BeritaNasional/Polda Riau)
BeritaNasional.com - Merespons kasus pembacokan terhadap mahasiswi oleh temannya di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II (UIN Suska) Pekanbaru, Riau, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan layanan konseling jangka pendek untuk korban, saksi serta rujukan ke psikiater bila diperlukan.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi mengatakan, kasus pembacokan itu sebagai fenomena peningkatan perilaku berisiko di kalangan anak muda, yang perlu dipandang sebagai masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan erat dengan kondisi kesehatan mental, lingkungan sosial, dan akses layanan.
BACA JUGA
Mahasiswi Dibacok di UIN Suska Riau, Komisi X DPR Tegaskan Pembentukan Satgas Pencegahan Kekerasan Kampus Pria Bacok Mahasiswi di UIN Suska Riau Jadi Tersangka, Terancam 12 Tahun Bui Polisi Sebut Kondisi Mahasiswi Dibacok Temannya di UIN Suska Riau, Berangsur Membaik
Berdasarkan pemberitaan di media massa, pelaku pembacokan diduga mengidap erotomania, atau delusi tetap bahwa seseorang lain, seringkali berstatus lebih tinggi atau figur publik, jatuh cinta pada penderitanya, meskipun bukti nyata menunjukkan sebaliknya.
"Erotomania merupakan manifestasi delusi, sehingga termasuk dalam kategori gangguan psikotik atau gangguan delusi; dapat berdiri sendiri atau muncul dalam konteks skizofrenia atau gangguan mood dengan gejala psikotik," kata Imran di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Kemenkes pun melihat interaksi antara kerentanan individu seperti riwayat keluarga, gangguan psikotik atau mood, penyalahgunaan zat; faktor pemicu seperti putus hubungan, tekanan akademik, isolasi sosial; dan akses layanan yang terbatas.
Selain itu, kata Imran, peran media dan insiden lokal memperlihatkan bagaimana penolakan cinta atau konflik interpersonal dapat memicu tindakan berbahaya pada individu yang rentan secara psikis. Pemantauan kasus-kasus ini membantu Kemenkes menyesuaikan respons layanan.
Oleh karena itu, Kemenkes berkomitmen untuk mendukung penyediaan pendampingan psikososial bagi korban, saksi, dan komunitas kampus melalui kerja sama lintas sektor.
Selain menyediakan konseling, Kemenkes juga memobilisasi tim respons krisis dari Dinas Kesehatan, melatih pendamping kampus untuk manajemen trauma, dokumentasi, dan rujukan, serta berkoordinasi dengan pihak kampus dan penegak hukum untuk keselamatan korban sambil menjaga kerahasiaan dan hak pasien.
Imran juga menjelaskan sejumlah indikator risiko kecenderungan psikis yang rentan melakukan tindakan kekerasan. Hal tersebut antara lain perubahan perilaku yang drastis, delusi atau keyakinan tetap yang tidak realistis, riwayat kekerasan atau ancaman serta akses ke sarana melakukan kekerasan, serta penyalahgunaan zat dan gangguan mood atau psikotik yang tidak ditangani.
"Data nasional menunjukkan angka masalah kesehatan mental yang signifikan pada remaja dan mahasiswa, namun cakupan skrining dan akses layanan masih belum merata antar daerah. Saat ini hasil CKG pada usia dewasa menunjukkan dugaan gejala depresi sebesar 0,9 persen menggunakan PHQ 4," paparnya.
Oleh karena itu, Imran menambahkan, perlu peningkatan skrining kesehatan mental yang sistematis di sekolah dan kampus sebagai mitigasi awal yang penting untuk deteksi dini dan rujukan.
Sebelumnya, mahasiswa pelaku pembacokan mahasiswi yang tengah bersiap untuk seminar proposal skripsinya di kampus UIN Suska Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, berhasild itangkap pada Jumat (27/2/2026).
Setelah kejadian korban langsung mendapatkan pertolongan pertama di IGD RS Bhayangkara Pekanbaru. Saat ini korban masih dalam penanganan medis dan direncanakan akan dirujuk ke RSUD Arifin Achmad untuk perawatan lanjutan.
Sumber: Antara
Editor: Kiswondari
TAG:
uin suska riau uin riau mahasiswa dibacok mahasiswa uin riau motif asmara pembacokan mahasiswa uin riau polres pekanbaru kemenkes layanan konseling
JANGAN TERLEWAT:
Irjen Cahyono Pensiun, Jabatan Kakortastipidkor Polri Diduduki Brigjen Totok
BACA BERIKUTNYA:
Pedro Acosta Menang Dramatis di Sprint MotoGP Thailand 2026
Komentar:
BERITALAINNYA
Mahasiswi Dibacok di UIN Suska Riau, Komisi X DPR Tegaskan Pembentukan Satgas Pencegahan Kekerasan Kampus
Jumat, 27 Februari 2026
Pria Bacok Mahasiswi di UIN Suska Riau Jadi Tersangka, Terancam 12 Tahun Bui
Kamis, 26 Februari 2026
Polisi Sebut Kondisi Mahasiswi Dibacok Temannya di UIN Suska Riau, Berangsur Membaik
Kamis, 26 Februari 2026
Seorang Mahasiswi Dibacok Temannya di UIN Suska Riau Pagi Ini, Diduga karena Motif Asmara
Kamis, 26 Februari 2026
Kompolnas Award 2026 Dimulai, Apresiasi Satker Polri Berkinerja Terbaik
Selasa, 02 Juni 2026
Jalan Lenteng Agung Masih Diperbaiki, 2 Rute Transjakarta Dipersingkat
Selasa, 02 Juni 2026
BERITATERKINI
CORSAIR Rilis 4 Perangkat Gaming Baru di Computex 2026, Fokus Performa dan Kustomisasi
TEKNOLOGI
10 menit yang lalu
IPMI dan BPIP Sukses Gelar Pancasila Youth Fest 2026, Angkat Nilai Kebangsaan
GAYA HIDUP
37 menit yang lalu
Baktiku Negeriku 2026, Strategi Telkomsel Bangun Ekosistem Digital dari Desa
EKBIS
49 menit yang lalu
Leo/Daniel Angkat Koper Lebih Awal di Indonesia Open 2026: Terburu-buru dan Faktor Angin Jadi Biang Keladi
OLAHRAGA
1 jam yang lalu
Tottenham Dapat Angin Segar, Palhinha Ingin Bertahan di London Utara
OLAHRAGA
1 jam yang lalu