Kemenekraf dan Shopee Sinergi Perluas Akses Ekonomi Kreatif Digital
Sumber Foto: PRFM News
Teknologi

Kemenekraf dan Shopee Sinergi Perluas Akses Ekonomi Kreatif Digital

Nadir Media - PRFMNEWS - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggandeng Shopee Indonesia untuk memperluas akses pasar digital sekaligus memperkuat pelatihan berbasis komunitas.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan, kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto. Menurut Riefky, sinergi antara pemerintah dan platform digital menjadi kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teknologi.

“Sebagaimana arah Presiden, kami mengajak Shopee untuk memperluas peran dalam membuka akses pasar digital dan pendampingan bagi UMKM terdampak, agar proses bangkit tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan. Mendorong sinergi dalam mendukung program prioritas Presiden, Koperasi Merah Putih melalui pelatihan afiliator berbasis komunitas,” ujar Riefky dalam acara 'Laporan Pencapaian Program Emak-Emak Matic' di Kantor Shopee Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Februari 2026.

Tak hanya itu, Kemenekraf juga menjalankan Program EKRAF Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya sebagai langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, terutama di kawasan Sumatera.

Sepanjang 2025, pelatihan Emak-Emak Matic dan GenMatic telah menjangkau 2.637 peserta di delapan kota, yakni Malang, Jakarta, Bogor, Solo, Balikpapan, Kediri, Bali, dan Tangerang. Ke depannya, cakupan program ini akan diperluas agar menyasar lebih banyak kelompok masyarakat.

Riefky mengatakan program ini merupakan bagian dari satu tahun kerja sama Kemenekraf dan Shopee Indonesia. Fokusnya adalah memperluas pemanfaatan ekonomi digital bagi pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah.

“Kolaborasi ini adalah langkah nyata dalam menjalankan Asta Cita Presiden, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat melalui ekonomi kreatif berbasis teknologi digital. Kita siap hadir di segmen lain seperti menjadi Santri Matic, karena pemerintah ingin terus mendukung agar pemberdayaan ekonomi di pesantren untuk santri dan santriwati ini juga bisa kita lakukan termasuk kepada guru,” jelasnya.