Kejagung Siap Usut Korupsi Eks Pimpinan BUMN Usai Perintah Prabowo
Sumber Foto: Liputan6.com
Nasional

Kejagung Siap Usut Korupsi Eks Pimpinan BUMN Usai Perintah Prabowo

Jadi intinya...

Kejagung siap tindak lanjuti perintah Prabowo panggil eks pimpinan BUMN terkait korupsi.

Prabowo perintahkan pemanggilan eks pimpinan BUMN yang diduga korupsi pada 2 Februari 2026.

Kejagung akan profesional, hati-hati, dan junjung asas praduga tak bersalah dalam proses.

Liputan6.com, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) siap menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memanggil dan memeriksa mantan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diduga terlibat korupsi. Perintah itu disampaikan Prabowo pada Senin (2/2/2026).

“Kami tentunya akan menindaklanjuti dengan tetap berdasarkan pada alat bukti yang ada nantinya dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, Jumat (6/2/2026).

Dia menilai, ucapan Prabowo tersebut menjadi peringatan bagi para pejabat BUMN bahwa pertanggungjawaban pidana tidak bisa lepas seiring selesainya jabatan. Anang pun memastikan, dalam proses tindak lanjut ini, jaksa akan bertugas secara profesional.

“Kami akan profesional, apalagi mendapat dukungan dari presiden, tetap kami lakukan dengan profesional, kehati-hatian, dan mengedepankan asas praduga tak bersalah,” ucapnya, dikutip dari Antara.

Prabowo Ingatkan Pimpinan BUMN

Prabowo Subianto mengirimkan pesan untuk pejabat negara yang melakukan tindak pidana korupsi. Pesan ini juga dikirim untuk pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menggerogoti uang negara.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Awalnya, Prabowo bicara mengenai pembentukan Danantara. Prabowo mengatakan, lahirnya Danantara untuk menyelamatkan kekayaan negara.

“Saya himpun semua kekuatan milik negara dalam satu pengelolaan,” ujar Prabowo.

Prabowo menyebutkan, nilai kekayaan negara yang dikelola BUMN nilainya hampir USD 1 triliun. Sebelum ada Danantara, kekayaan itu dikelola oleh seribu lebih perusahaan BUMN.

“Bayangkan siapa yang bisa manage seribu perusahaan? Ini akal-akalan,” ucapnya.

Nada bicara Prabowo mulai meninggi. Prabowo mengirim pesan untuk pihak-pihak yang mengakali kekayaan negara di perusahaan BUMN. Prabowo mengancam bakal menindak tegas.

“Saya katakan, pimpinan BUMN yang dulu harus tanggung jawab, jangan enak-enak kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan,” tegas Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan ini memastikan tidak akan main-main dalam penegakan hukum. Ketegasan tidak hanya di atas panggung saja.

“Kan mereka ngejek, Prabowo hanya bisa ngomong di podium saja. Oh ya? Tunggu saja panggilan. Lu jangan nantang gue,” kata Prabowo disambut tepuk tangan.