Kegiatan Darul Arqam MIM 25: Penguatan Iman dan Praktik Sosial di Hari Kedua
Lifestyle

Kegiatan Darul Arqam MIM 25: Penguatan Iman dan Praktik Sosial di Hari Kedua

Nadir Media - KLIKMU.CO – MI Muhammadiyah 25 (MIM 25) Surabaya kembali melanjutkan rangkaian Darul Arqam Kelas VI pada hari kedua dengan suasana yang khidmat dan terstruktur, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam menanamkan nilai tauhid, memperdalam ilmu, serta menggerakkan amal sebagai wujud pembinaan kader sejak dini.

Sejak dini hari, para siswa mengikuti sahur bersama yang dilanjutkan dengan Shalat Subuh berjamaah. Momentum ini menjadi pembuka pembinaan spiritual yang menekankan kedisiplinan, kebersamaan, dan penguatan ruhiyah.

Pendalaman Thaharah sesuai HPT disampaikan oleh Ketua PCM Kenjeran H. Ali Fauzi MPdI. Pemaparan merujuk pada Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah. Dalam sesi ini dijelaskan makna thaharah, macam-macam najis dan hadas, serta tata cara bersuci yang benar sesuai tuntunan tarjih.

Kegiatan tidak berhenti pada aspek teoritis. Siswa langsung mempraktikkan tata cara wudhu yang benar sebagai bentuk integrasi antara pemahaman dan pengamalan.

“Pendekatan ini menegaskan prinsip pendidikan Muhammadiyah yang memadukan ilmu dan amal,” tuturnya.

Materi praktik perawatan jenazah dipandu Bahrun SAg. Ia menjelaskan konsep 4M: memandikan, mengkafani, menshalati, dan menguburkan jenazah. Siswa juga diberikan pemahaman tentang pihak yang berhak memandikan jenazah, yakni orang yang diwasiati, keluarga terdekat (suami/istri), serta sesama jenis.

Pembelajaran ini tidak hanya bersifat fiqhiyah, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Materi ideologi Muhammadiyah disampaikan oleh Wakil Ketua PDM Surabaya H. M. Jemadi SAg MA MPd. Ia mengulas ideologi Muhammadiyah serta tujuh falsafah perjuangan Ahmad Dahlan.

“Di antaranya, hidup harus bermakna, sedikit bicara banyak bekerja, memperbaiki umat melalui pendidikan, serta meneguhkan keikhlasan dan kesabaran dalam perjuangan,” tuturnya.

Dia menegaskan alur nilai perjuangan Muhammadiyah: dari tauhid, ibadah, amal, organisasi, ke peradaban. Nilai harus ditempatkan di atas figur, sehingga gerakan tetap kokoh meski zaman terus berubah.

Selain materi kelas, kegiatan diisi dengan tadarus Al-Qur’an beserta pemahaman makna, diskusi kelompok, mukhadharah, serta kultum siswa secara bergiliran. Sholat berjamaah dari Subuh hingga Tarawih menjadi ruh pembinaan yang konsisten sepanjang hari.

Kepala madrasah Ferry Rismawan MPdI mengingatkan siswa agar mampu menjaga diri di tengah tantangan zaman serta tumbuh sebagai pelajar Muhammadiyah yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab.

Hari kedua Darul Arqam ini semakin menegaskan komitmen madrasah dalam membentuk generasi yang unggul secara intelektual, kokoh dalam iman, dan nyata dalam amal. Pembinaan yang sistematis diharapkan menjadi bekal penting bagi siswa untuk tumbuh sebagai kader persyarikatan yang siap berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.

You can share this post!