Kedubes Tiongkok Kunjungi Program Gizi Ibu Anak di Papua
PORTAL PAPUA- Delegasi dari Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia pekan ini mengunjungi Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua, untuk melihat secara langsung bagaimana para ibu dan anak mendapat manfaat dari kemitraan antara China International Development Cooperation Agency (CIDCA), UNICEF, dan Pemerintah Indonesia, Rabu (04/02/2026). Kemitraan ini bertujuan meningkatkan gizi, pembelajaran, serta kesejahteraan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah.
Delegasi dipimpin oleh Yang Mulia Li Hongwei, Minister Counsellor Kedutaan Besar Tiongkok, didampingi oleh Maniza Zaman, Perwakilan UNICEF Indonesia, serta pejabat senior Pemerintah Indonesia. Turut hadir pula perwakilan dari Badan Gizi Nasional, Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Kementerian Luar Negeri, Bappenas, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kemitraan ini berfokus pada penguatan layanan terpadu gizi, air bersih, sanitasi, dan kebersihan di sekolah, Posyandu, serta dapur komunitas. Selain itu, kemitraan juga mendukung penguatan sistem lokal agar mampu menyediakan layanan gizi berkualitas secara luas, termasuk peningkatan kapasitas relawan, guru, dan tenaga dapur.
Di Kabupaten Jayapura, delegasi mengunjungi Posyandu di Nimbokrang untuk menyaksikan layanan gizi berbasis masyarakat, seperti pemantauan pertumbuhan, pemberian Vitamin A, obat cacing, dan skrining gizi. Delegasi juga meninjau dapur komunitas di bawah Kementerian Kesehatan, tempat makanan bergizi yang dimasak hangat serta edukasi gizi rutin diberikan kepada ibu hamil dan anak balita.
Di sebuah sekolah dasar yang melaksanakan program gizi sekolah terpadu MBG, delegasi menyaksikan edukasi gizi di kelas, distribusi makanan, demonstrasi cuci tangan, serta pemanfaatan fasilitas air, sanitasi, dan kebersihan yang lebih baik untuk mendukung kesehatan, gizi, dan pembelajaran anak.
Sebagai bagian dari pelaksanaan MBG di Jayapura, sejumlah dapur pusat (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SSPG) telah dilengkapi untuk memperkuat kapasitas penyediaan makanan, efisiensi, dan keamanan pangan sesuai standar program. Delegasi meninjau operasional dapur dan berdiskusi dengan pelaksana lokal mengenai penjaminan mutu, protokol kebersihan, serta kesiapan layanan.
Hari ini, sebuah sesi seremonial digelar di Kantor Gubernur Papua untuk menandai kontribusi Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok melalui CIDCA dalam mendukung penguatan kapasitas penyediaan makanan di bawah Program Makan Bergizi Gratis. Sesi ini menegaskan kembali komitmen bersama seluruh mitra untuk memperkuat sistem gizi yang dipimpin pemerintah dan dikelola secara lokal di Papua.
Pertemuan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, dan dihadiri oleh pejabat pemerintah pusat serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota Jayapura.
Dalam sambutannya, Minister Counsellor Li Hongwei menyampaikan bahwa perjanjian yang ditandatangani pada Desember 2024 antara China International Development Cooperation Agency dan UNICEF China mengenai suplementasi makanan dan pemberian makanan sekolah di Indonesia merupakan proyek bantuan berbasis tunai pertama yang dilaksanakan bersama oleh Tiongkok dan UNICEF di Indonesia.
"Hal ini semakin memperkuat komitmen Tiongkok untuk mendukung program makan gratis Indonesia. Proyek ini terus mendukung pemerintah Indonesia dalam meningkatkan akses terhadap makanan yang aman dan bergizi. Kami berharap dapat terus berkolaborasi untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan proyek ini, sekaligus membangun model kerja sama segitiga," katanya.
Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman menambahkan bahwa setiap anak berhak tumbuh sehat, bergizi, dan siap belajar dalam lingkungan yang aman dengan layanan air, sanitasi, dan kebersihan yang memadai.
"Gizi bukanlah hak istimewa melainkan hak mendasar yang menopang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan anak. UNICEF bangga bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan China International Development Cooperation Agency untuk menyediakan layanan terpadu bagi anak-anak dan ibu, sekaligus memperkuat sistem lokal demi dampak berkelanjutan," ujarnya.




