Kantor Imigrasi Jakut Deportasi 9 WN Tiongkok karena Pelanggaran Izin Tinggal
Sumber Foto: JPNN.com
Internasional

Kantor Imigrasi Jakut Deportasi 9 WN Tiongkok karena Pelanggaran Izin Tinggal

jpnn.com, JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara melaksanakan kegiatan pengawasan keimigrasian di salah satu kawasan pergudangan yang berlokasi di Kecamatan Cilincing,

Jakut.

Dalam operasi tersebut, Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian mengamankan sembilan warga negara Tiongkok berinisial YS, YY, XA, SD, XY, XJ, XY, CG, dan YX yang diketahui menggunakan Izin Tinggal Kunjungan.

Operasi dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Jakarta Utara Widya Anusa Brata.

Ketika pengawasan berlangsung, kesembilan WN Tiongkok tersebut ditemukan tengah bekerja sebagai pekerja kasar seperti menyemen, memplester, mengelas, dan memasang rangka atap di kawasan pergudangan Cilincing.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, diketahui bahwa mereka merupakan pemegang Izin Tinggal Kunjungan, tetapi melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal tersebut.

Selanjutnya, terhadap ke-9 WNA dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara. Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa mereka terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian berupa setiap orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian Izin Tinggal yang diberikan kepadanya.

Sebagai tindak lanjut, terhadap kesembilan WN Tiongkok tersebut dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa deportasi. Proses deportasi dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah kerjanya, serta memastikan penegakan hukum keimigrasian berjalan secara konsisten, profesional, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (cuy/jpnn)