Kandang Ayam di Indramayu Terbakar, 1.000 Ekor Anak Ayam Mati
INDRAMAYU, KOMPAS.com - Sebuah kandang ayam di Blok Barat, Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ludes terbakar pada Kamis (19/2/2026) dini hari. Insiden ini mengakibatkan ribuan ekor ayam yang berada di dalam kandang mati terpanggang.
Kandang ayam yang terbakar tersebut diketahui milik Muhammad Soleh (41). Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat dan menghanguskan seluruh bangunan berukuran 10 x 40 meter tersebut dalam waktu singkat.
Padahal, kandang tersebut baru saja diisi sekitar seribu ekor anak ayam sejak seminggu yang lalu.
“Ludes semua habis terbakar. Itu kandangnya padahal baru isi ayam seribu ekor minggu lalu,” terang Danru 3 Indramayu pada Dinas Satpol PP dan Damkar Indramayu, Aan Anjasmara saat dihubungi, Kamis.
Diduga akibat Kebocoran Kompor Gas
Aan menjelaskan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 05.10 WIB. Berdasarkan penyelidikan awal, sumber api diduga kuat berasal dari kebocoran kompor gas yang sedang digunakan oleh pemilik kandang.
Kejadian bermula saat pemilik kandang menyalakan kompor untuk memasak, namun kemudian ditinggalkan. Kebakaran baru disadari setelah warga sekitar melihat kepulan asap tebal membubung dari arah kandang milik Soleh.
Warga sempat bergotong royong bersama karyawan kandang untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menunggu armada pemadam tiba di lokasi.
Kerugian Mencapai Rp 260 Juta
Sebanyak 12 petugas Damkar Indramayu tiba di lokasi pada pukul 05.30 WIB dan langsung melakukan lokalisasi api agar tidak merembet ke kandang lainnya yang berada di area tersebut.
“Api dapat dipadamkan selama kurang lebih 2 jam 20 menit, sekitar pukul 07.30 WIB,” ujar Aan.
Aan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil yang diderita pemilik kandang ditaksir mencapai angka ratusan juta rupiah mengingat bangunan dan seluruh isinya ludes tak tersisa.
“Untungnya dari beberapa kandang di sana, cuma satu saja yang terbakar,” ucap Aan. Nilai kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai sekitar Rp 260 juta.




