KAI Daop 3 Cirebon Siapkan Armada Optimal Sambut Lonjakan Penumpang Lebaran 2026
KABARCIREBON - Menjelang arus angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Daop 3 Cirebon memastikan seluruh armada dalam kondisi prima. Wilayah Daop 3 yang menjadi simpul penting perjalanan kereta api dari dan menuju Jakarta melalui jalur utara maupun selatan dipersiapkan secara maksimal untuk menghadapi lonjakan penumpang.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan kesiapan operasional difokuskan pada optimalisasi perawatan sarana di sejumlah depo strategis, yakni Depo Lokomotif Cirebon, Depo Kereta Cirebon, serta Depo Gerbong Kelas B Arjawinangun.
“Seluruh perawatan dilakukan secara rutin agar keandalan armada tetap terjaga dan operasional berjalan lancar, terutama di wilayah Daop 3 Cirebon yang menjadi leher operasional perjalanan kereta,” ujarnya.
Perawatan Preventif hingga Digitalisasi
KAI Daop 3 Cirebon menerapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan kesiapan sarana. Pertama, pemeliharaan preventif melalui pemeriksaan rutin sebelum armada dioperasikan. Kedua, peningkatan kompetensi sumber daya manusia lewat pelatihan berkelanjutan dan sertifikasi teknisi. Ketiga, pemanfaatan teknologi digital untuk memantau jadwal dan progres perawatan secara terintegrasi.
Digitalisasi dilakukan dengan penggunaan aplikasi mobile, dashboard berbasis web, hingga pemasangan sistem pemantauan real-time di depo. Selain itu, pemeriksaan sarana kini dilengkapi checksheet digital guna meningkatkan akurasi dan akuntabilitas.
Muhibbuddin menegaskan, seluruh perawatan periodik telah dijalankan sesuai jadwal yang ditetapkan, sehingga setiap lokomotif, kereta, dan gerbong siap beroperasi tanpa hambatan teknis saat puncak arus mudik.
Keselamatan Jadi Prioritas
Selain menjaga keandalan, aspek keselamatan menjadi fokus utama. Daop 3 Cirebon juga menyiapkan fasilitas darurat seperti rerailing jack equipment untuk evakuasi sarana apabila terjadi anjlokan.
“Perawatan sarana bukan sekadar menjaga operasional tetap berjalan, tetapi juga menjamin keselamatan perjalanan. Sarana yang dirawat sesuai standar akan meminimalkan potensi gangguan teknis sehingga masyarakat bisa bepergian dengan aman dan nyaman,” jelasnya.




