Kader Golkar Serukan Fokus pada Munaslub, Kasus Novanto Dinilai Merugikan Citra Partai
Sumber Foto: Jawa Pos
Nadir Fokus

Kader Golkar Serukan Fokus pada Munaslub, Kasus Novanto Dinilai Merugikan Citra Partai

Kasus hukum yang melibatkan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, mulai menimbulkan ketidakpuasan di kalangan kader partai tersebut. Banyak di antara mereka merasa jengah dan menganggap bahwa situasi ini semakin merusak citra partai yang identik dengan lambang Pohon Beringin itu.

Partai Golkar, yang bersiap menghadapi Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019, kini terancam berada di titik nadir. Ada kekhawatiran bahwa masyarakat semakin kehilangan empati terhadap partai ini.

Aktivis Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG), Muhammad Ikhsan, menyatakan, "Kami merasa muak dengan drama Setya Novanto. Ini sudah mirip sinetron Cinta Fitri," ujarnya dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.

Ikhsan mendorong para elite partai untuk lebih memprioritaskan persiapan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) ketimbang terfokus pada masalah Novanto. "Energi banyak terbuang. Biarkan dia yang hadapi, serahkan saja semuanya ke KPK," jelasnya.

Dia juga menyindir bahwa sikap dan perilaku Novanto membuat masyarakat semakin muak, terutama mengingat posisinya sebagai Ketua DPR dan Ketua Partai Golkar. Ikhsan meminta Novanto untuk dengan kerelaan meninggalkan partai dan menyelesaikan masalahnya sendiri. "Lepaskan Partai Golkar dari belenggu kasus E-KTP yang sudah sangat menghancurkan citra Partai," tegasnya.

Menurut Ikhsan, urgensi Munaslub harus menjadi fokus utama karena proses pemilihan kepala daerah dan pendaftaran calon legislatif sudah semakin dekat. "Akan lebih baik kami fokus untuk Partai Golkar ke depannya. Setya Novanto sudah menjadi bagian masa lalu yang kelam bagi kami. Saatnya kami menggalang kekuatan anak muda Golkar untuk mendorong para pemangku kepentingan Partai Golkar agar segera menggelar Munaslub," tutupnya.