JMA 2026: Madrasah Sebagai Pusat Prestasi dan Spiritualitas
Kegiatan JMA 2026 tersebut berlangsung pada Rabu, (4/2/2026), di Kemayoran Jakarta, dan diikuti oleh para pemangku kepentingan pendidikan madrasah se-Provinsi DKI Jakarta.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amien Suyitno, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa Jakarta Madrasah Awards merupakan ajang strategis untuk menumbuhkan dan menyemai prestasi madrasah dari jenjang paling dasar.
“JMA adalah ajang menyemai prestasi dari jenjang yang paling rendah, yaitu madrasah,” ujar Amien Suyitno. Ia menekankan bahwa madrasah memiliki kekhasan tersendiri yang memadukan nilai-nilai pendidikan formal dan pesantren.
Menurutnya, madrasah tidak hanya menekankan pendekatan intelektual, tetapi juga mengedepankan pendekatan spiritual sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter peserta didik. “Madrasah itu rasa sekolah, juga rasa pondok,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Abid, serta Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Viola Cempaka, bersama seluruh kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-DKI Jakarta.
Selain itu, acara JMA 2026 juga dihadiri oleh seluruh Kasi Penmad/Pendis se-Provinsi DKI Jakarta serta kepala Madrasah Negeri se-DKI Jakarta, sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan madrasah.
Kepala MIN 17 Kepulauan Seribu, Bahtiaroni, menyampaikan bahwa kehadiran MIN 17 Kepulauan Seribu dalam ajang Jakarta Madrasah Awards 2026 merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memperkuat budaya prestasi di lingkungan madrasah.
“Jakarta Madrasah Awards menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah, berinovasi, dan meningkatkan mutu pendidikan madrasah, khususnya di wilayah kepulauan,” ujar Bahtiaroni. Ia menegaskan bahwa penguatan nilai spiritual dan akademik harus berjalan seiring dalam membentuk generasi madrasah yang unggul dan berkarakter. (j)




