IIF Raih Laba Bersih Rp185,3 Miliar di 2025, Naik 51,2% dari Tahun Sebelumnya
Sumber Foto: Koran BUMN
Nasional

IIF Raih Laba Bersih Rp185,3 Miliar di 2025, Naik 51,2% dari Tahun Sebelumnya

SHARES

5

VIEWS

Share on Facebook Share on Twitter

Related Posts

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BTN Terkini

Pelindo Dukung Pengembangan Dryport di Kawasan Industri Batang

Bank Syariah Nasional Geber Inovasi SiPA untuk Efisiensi Pasar Keuangan Syariah

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) membukukan laba bersih sebesar Rp185,3 miliar sepanjang tahun buku 2025, melonjak 51,2% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp122,5 miliar.

Kinerja tersebut turut mendongkrak rasio imbal hasil ekuitas (return on equity/ROE) menjadi 5,5%, naik 120 basis poin (bps) secara tahunan.

Direktur Utama dan CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, mengatakan peningkatan laba ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) dan pengelolaan biaya yang lebih efisien di tengah tantangan pembiayaan infrastruktur.

“Biaya dana kami telah menurun serta rasio kecukupan modal [CAR] tetap kuat pada 43,7%. Kami terus memperkuat likuiditas dan diversifikasi pendanaan, dengan target hingga Rp3,0 triliun pada 2026,” ujar Rizki dalam keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).

Sepanjang 2025, NII IIF tumbuh 44% secara tahunan menjadi Rp536,0 miliar. Kenaikan ini didorong oleh penurunan biaya dana sebesar 11% serta peningkatan pendapatan bunga sebesar 6,5% menjadi Rp1,3 triliun.

Pendapatan non-bunga (non-interest income/NOII) dari aktivitas tresuri melonjak hampir tiga kali lipat menjadi Rp42,3 miliar, sehingga mampu menutup penurunan pendapatan advisory.

Dari sisi efisiensi, rasio biaya operasional terhadap pendapatan membaik menjadi 54,6% atau turun 441 bps secara tahunan. Total aset perseroan tumbuh 5,0% menjadi Rp15,4 triliun, ditopang kenaikan aset produktif sebesar 2,0%.

Sementara itu, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing finance/NPF) net tercatat 3,75% per 31 Desember 2025, sedikit meningkat dari 3,41% pada tahun sebelumnya, namun masih berada di bawah ambang batas regulasi sebesar 5%.

Rizki menambahkan, IIF melihat perlunya percepatan pembangunan infrastruktur di tengah dinamika ekonomi global.

“Kami siap mendukung pertumbuhan tersebut melalui berbagai produk pembiayaan dan struktur permodalan yang kuat,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, IIF baru saja menjalin kerja sama dengan FinDev Canada untuk mendukung pembiayaan proyek infrastruktur rendah karbon di Indonesia.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Telkomsat Mentransformasi Layanan Mangoesky Transformasi jadi Internet Merah Putih

Next Post

Bumi Berseru Fest dari Telkom Jaring 43 Program Terbaik Untuk Lingkungan Berkelanjutan

Related Posts

Berita

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BTN Terkini

24 April 2026

Berita

Pelindo Dukung Pengembangan Dryport di Kawasan Industri Batang

24 April 2026

Berita

Bank Syariah Nasional Geber Inovasi SiPA untuk Efisiensi Pasar Keuangan Syariah

24 April 2026

Berita

Dukung Keberangkatan Jamaah Haji Indonesia 2026, Pertamina Siagakan Infrastruktur dan Perkuat Ketahanan Avtur Nasional

24 April 2026

Berita

Dukung Program Rumah Layak Huni, TASPEN Membahas dan Merumuskan Teknis Pelaksanaan Program Bagi Pekerja ASN dan Pensiunan

24 April 2026

Berita

Melalui Kartini BISA Fest, Telkom Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdaya dengan Teknologi

24 April 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar *

Nama *

Email *

Situs Web

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.