Gus Nadir Soroti Ketidaknetralan PBNU Jelang Pemilu 2024
Sumber Foto: HARIAN DISWAY
Nadir Fokus

Gus Nadir Soroti Ketidaknetralan PBNU Jelang Pemilu 2024

Nadirsyah Hosen, yang akrab dipanggil Gus Nadir, mengungkapkan kekhawatirannya terkait ketidaknetralan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Pemilu 2024. Pernyataan ini disampaikan saat ia menjadi bintang tamu dalam acara diskusi di kanal YouTube Mojokdotco yang dipandu oleh Puthut E.A.

Gus Nadir menyebutkan bahwa baru-baru ini PBNU mengadakan pertemuan informal di Hotel Bumi, Surabaya, yang dihadiri oleh sejumlah petinggi organisasi. Di antara peserta yang hadir terdapat Kiai Miftachul Akhyar dan Gus Yahya Cholil Staquf.

Dalam diskusinya, Gus Nadir mengungkapkan adanya instruksi dari PBNU untuk mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo-Gibran. Ia menjelaskan bahwa meskipun instruksi tersebut tidak tertulis dan bukan merupakan keputusan resmi organisasi, dukungan tersebut telah menggerakkan struktur organisasi PBNU hingga ke tingkat bawah.

"Ini menjadi keresahan, mengapa PBNU melanggar komitmen untuk tidak terlibat dalam politik praktis, tetapi justru terlibat dalam politik kebangsaan," kata Gus Nadir.

Gus Nadir menyatakan bahwa pernyataan yang ia sampaikan telah melalui proses tabayun dengan kiai-kiai sepuh yang hadir di pertemuan tersebut, sehingga ia merasa informasi yang diungkapkan valid. Ia menegaskan bahwa ada perbedaan antara retorika publik dan realitas yang terjadi di dalam pertemuan.

Lebih lanjut, Gus Nadir menjelaskan mengenai khitah NU 1926, yang menegaskan bahwa NU didirikan sebagai organisasi jam'iyah dan bukan sebagai organisasi politik. Ia mengingatkan bahwa garis perjuangan NU yang dirintis oleh Kiai Hasyim Asy'ari seharusnya menjadi pedoman dalam berpolitik.

Menurut Gus Nadir, dukungan PBNU kepada salah satu pasangan calon dapat merugikan eksistensi civil society, yang seharusnya mampu berperan kritis dalam menghadapi pemilihan umum. Ia mengkhawatirkan bahwa kekuatan kritis yang dimiliki NU sebagai bagian dari civil society akan berkurang.