Gus Nadir Puji Langkah Jokowi Temui Pemimpin Negara Berkonflik, Kritisi Pandangan Dino Patti Djalal
Jakarta - Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen atau yang lebih dikenal sebagai Gus Nadir, memberikan apresiasi terhadap langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berani menemui pemimpin Ukraina dan Rusia dengan membawa misi perdamaian. Menurut Gus Nadir, tindakan tersebut merupakan perwujudan dari amanat konstitusi yang mengharuskan Indonesia berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia.
Kunjungan Jokowi ke kedua negara yang sedang terlibat konflik tersebut dinilai sebagai langkah signifikan dalam upaya diplomasi. Gus Nadir menyatakan, meski Jokowi bukan berasal dari latar belakang militer atau sebagai aktivis hak asasi manusia, keberaniannya untuk melakukan pertemuan di tengah situasi perang patut diapresiasi.
“Bukan Jenderal. Bukan aktivis HAM, apalagi SJW. Tapi seorang pemimpin sipil, berani terbang jauh menemui mereka yang tengah perang. Ini pemimpin negeri Muslim terbesar di dunia, yang punya NYALI, bukan planga-plongo,” tulis Gus Nadir melalui akun Twitter-nya.
Selain itu, Gus Nadir juga menyampaikan kritik terhadap mereka yang hanya bisa mencela Jokowi melalui media sosial tanpa memberikan kontribusi nyata. Ia menyinggung sikap beberapa pihak yang cenderung melakukan kritik tanpa tindakan.
Ia kemudian menanggapi pernyataan Dino Patti Djalal, Pendiri dan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), yang mengindikasikan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, tampaknya kurang menghargai misi perdamaian Jokowi. Gus Nadir menilai bahwa pandangan tersebut tergantung pada sudut pandang masing-masing.
“Tergantung sudut pandang aja Pak @dinopattidjalal. Bisa juga disebut Rusia menghormati Jokowi sehingga tidak memborbardir Ukraina saat Jokowi masih di Ukraina,” ungkap Gus Nadir.
Ia menambahkan, “Btw, anda kan sudah jadi host acara ONLINE dengan Presiden Ukraina. Apa sudah bikin acara ONLINE dengan Putin? Mungkin saya ketinggalan infonya.”




