Gus Nadir Mengkritik Normalisasi Pernikahan Dini di Media Sosial
PONTIANAK POST - Nadirsyah Hosen, seorang akademisi asal Indonesia yang kini mengajar di Universitas Melbourne, Australia, memberikan kritik tajam terhadap fenomena pernikahan dini yang marak dibahas di media sosial. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Gus Nadir mengekspresikan kekecewaannya terhadap normalisasi pernikahan muda, yang ia anggap berbahaya.
Gus Nadir menyoroti fenomena di mana seorang perempuan muda berusia 19 tahun mempromosikan pernikahan dini dengan pernyataan yang meragukan pentingnya pendidikan, dengan menyebut kuliah sebagai 'scam'. Ia menulis, "Bikin kesel dan geram ada perempuan muda 19 tahun yang promosi pernikahan dini, bilang kuliah cuma scam, dll."
Menyoroti Dampak Pernikahan Dini
Kritik Gus Nadir juga ditujukan kepada beberapa ustaz di platform TikTok yang mendukung pernikahan dini. Salah satu ustaz menyatakan, "Kalau anak semester dua kuliah sudah minta nikah, jangan dilarang nikahkan saja, daripada zina." Menanggapi pernyataan tersebut, Gus Nadir mempertanyakan logika di balik ajaran tersebut, dengan mengatakan, "Sejak kapan agama diajarkan dengan logika takut-takutan itu?"
Ia menegaskan bahwa pendidikan anak tidak seharusnya hanya dipandang dari sudut pandang syahwat semata. Gus Nadir menambahkan, "Seolah-olah kesalehan cukup dengan checklist: anak sudah pakai jilbab, cepat menikah, punya banyak anak. Soal ekonomi dan masa depan anak dianggap urusan Allah, dan semua itu dianggap aman."
Tawakal dan Usaha
Dalam pandangannya, Gus Nadir menjelaskan bahwa tawakal seharusnya datang setelah usaha, rencana, dan persiapan. Ia menekankan, "Bukan tawakal kalau dari awal, tapi tanda malas berpikir." Ia khawatir bahwa normalisasi pernikahan dini dapat mengirimkan pesan negatif kepada anak-anak, yaitu untuk tidak berpikir terlalu banyak dan tidak memiliki rencana hidup yang jelas.
"Kita sedang mengirim pesan berbahaya ke anak-anak: jangan kebanyakan mikir, jangan terlalu sekolah, jangan banyak rencana, yang penting patuh dan cepat menikah, sisanya Allah yang urus," ujar Gus Nadir.
Pentingnya Menggunakan Akal
Gus Nadir mengingatkan bahwa Allah dalam Al-Qur'an sering kali menekankan pentingnya menggunakan akal. Ia menegaskan bahwa ajaran agama tidak mengajarkan hidup dengan cara asal jalan dan menyerah pada takdir semata. Menurutnya, misi dakwah Rasulullah bukan hanya tentang menjauhkan umat dari zina, tetapi juga tentang memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kehidupan dan tanggung jawab.




