Giring Ganesha: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Perubahan Industri Musik
Nadir Media - SELEBRITALK - Menjelang Hari Musik Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Maret, sejumlah musisi dan pelaku industri musik Tanah Air menggelar diskusi bertajuk Beda Masa Satu Rasa di kawasan Ampera Jakarta Selatan, Kamis 5 Maret 2026.
Diskusi yang diinisiasi oleh komunitas Cita Svara Indonesia (CSI) ini dimeriahkan sejumlah tokoh termasuk Connie Constantia, Gideon Momongan,
Peter Frits Momor, Harry Koko Santoso, Jimmy Turangan, Lisa Maria, Lodewiyk Cornelis Ticoalu, Tony TSA, BoetjeTenda,Taraz Bistara, Hendrik Agustinus Siagian, Erby Dwitoro, Oleg Sanchabakhtiar, Setiadi Darmawan, Firdaus Fadlil, hingga Adie MS. Acara juga dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.
Diskusi ini bertujuan memperkuat kolaborasi antar pelaku musik sekaligus menjaga kesinambungan nilai dan identitas musik nasional.
Pentingnya Memahami Perkembangan Teknologi Digital
Giring Ganesha dalam pemaparannya menyoroti perubahan besar dalam industri musik akibat perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, musisi masa kini tidak hanya dituntut menciptakan karya, tetapi juga memahami ekosistem industri secara lebih luas.
"Musik tidak hanya bicara soal siapa penciptanya atau siapa penyanyinya. Seorang artis atau band harus memahami banyak hal, mulai dari bisnis musik, storytelling karya, hingga memaksimalkan media sosial," katanya.
Giring juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem musik nasional yang sehat.
"Pengembangan industri musik tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak, mulai dari sektor ekonomi kreatif, regulasi hak kekayaan intelektual, hingga sektor pariwisata," kata dia.




