Generasi Muda Tiongkok Hadapi Kelelahan Finansial Akibat Tuntutan Amplop Merah
Sumber Foto: Vietnam.vn
Internasional

Generasi Muda Tiongkok Hadapi Kelelahan Finansial Akibat Tuntutan Amplop Merah

Sebuah video yang beredar di platform media sosial Douyin, yang menunjukkan seorang pria bernama Chen di provinsi Guangdong (China) membagikan amplop berisi 100 yuan kepada 23 anak, secara tak terduga menjadi pusat perhatian di Tahun Baru Imlek ini.

Menurut Sixth Tone, hal ini bukan karena jumlah uangnya, tetapi karena adanya "pengekangan" yang jarang terjadi dalam konteks "minimum" uang hadiah Tahun Baru Imlek yang terus meningkat.

Dalam budaya Tiongkok, amplop merah (hongbao) secara tradisional dipandang sebagai simbol berkah. Namun, peningkatan pendapatan dan ekspektasi sosial yang semakin tinggi telah menyebabkan peningkatan tajam nilai amplop merah dalam beberapa tahun terakhir, secara bertahap menjadi ukuran prestise yang tak terucapkan.

Di banyak kota dan daerah dengan ekspektasi sosial yang tinggi, jumlah uang yang diberikan kepada anak-anak sebagai amplop merah sering kali digembungkan hingga beberapa ratus yuan per amplop, dan di beberapa tempat bahkan sekitar 1.000 yuan. Ketika harus memberikan amplop merah kepada banyak orang sekaligus, total biaya Tahun Baru Imlek dengan mudah membengkak, menjadi beban yang dapat membuat kaum muda kelelahan setelah liburan.

Oleh karena itu, jumlah uang yang sederhana yang diberikan sebagai hadiah Tahun Baru oleh Bapak Chen menarik perhatian lebih besar lagi. Sebelum liburan, "bagan referensi Guangdong" dibagikan secara luas di media sosial, yang menyarankan jumlah uang simbolis seperti 100 yuan untuk kerabat, 50 yuan untuk anggota keluarga dekat, dan hanya 5 yuan untuk tetangga. Banyak yang menganggap ini sebagai model untuk mempertahankan tradisi tanpa menciptakan tekanan finansial.

Di luar diskusi daring, beberapa daerah secara resmi menyerukan perubahan. Di Kabupaten Long'an (Guangxi), pemerintah meluncurkan inisiatif "Lebih sedikit uang, lebih banyak makna dalam amplop merah," yang mendorong keluarga untuk menyepakati jumlah maksimum sebelumnya dan memprioritaskan hadiah amplop merah yang bersifat simbolis.

Kota Baise, juga di Guangxi, mengeluarkan rekomendasi serupa, menyarankan nilai amplop merah maksimal tidak lebih dari 20 yuan. Alih-alih bertukar uang tunai, pihak berwenang mendorong bentuk interaksi yang lebih spiritual seperti menulis syair, bercerita, atau meluangkan waktu untuk mendukung anggota keluarga yang lanjut usia.