Garuda Indonesia Ditunjuk Jadi Induk Holding Maskapai BUMN hingga 2026
Sumber Foto: IndoAviation Plus
Nasional

Garuda Indonesia Ditunjuk Jadi Induk Holding Maskapai BUMN hingga 2026

IndoAviation Plus – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah mengakselerasi pembentukan holding BUMN di sektor penerbangan. Proses penggabungan ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada Kuartal I 2026 dengan menetapkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) sebagai induk perusahaan.

Dalam struktur baru tersebut, Garuda Indonesia akan menaungi dua maskapai lainnya, yakni Citilink Indonesia dan Pelita Air. Langkah ini disertai dengan kebijakan pemisahan (spin-off) Pelita Air dari PT Pertamina (Persero) agar perusahaan minyak negara tersebut dapat kembali fokus pada bisnis intinya di sektor energi.

Restrukturisasi ini dilakukan untuk menata ulang ekosistem penerbangan milik negara agar lebih efisien dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat regional. Fokus utama dari penggabungan ini adalah sinkronisasi rute dan layanan guna mencegah terjadinya persaingan pasar yang saling tumpang tindih antar-maskapai pelat merah tersebut.

Baca juga: Jelang Akhir Tahun Pelita Air Tambah Dua Pesawat, Total Akan Operasikan 16 Pesawat

Selain aspek operasional, konsolidasi ini juga diarahkan untuk memperkuat posisi finansial maskapai BUMN. Melalui integrasi manajemen, pemerintah menargetkan adanya peningkatan laba bersih serta pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar perusahaan di bursa saham yang lebih stabil.

Terkait dengan aspek sumber daya manusia, proses integrasi antar-maskapai ini dipastikan tidak akan melibatkan kebijakan pemutusan hubungan kerja. Seluruh tenaga kerja dari entitas yang bergabung tetap dipertahankan dan akan diserap ke dalam struktur organisasi ekosistem penerbangan yang baru.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan penunjukan Garuda Indonesia sebagai holding maskapai sudah sesuai dengan rencana transformasi yang disusun pemerintah. Ia meminta publik memisahkan persoalan historis Garuda Indonesia dengan konsep besar pembentukan ekosistem airlines nasional.

“Kita harus pisahkan antara problem dengan konsep. Setiap bisnis itu harus menyatu di dalam satu ekosistem airlines,” kata Dony usai acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026, 10 Februari 2026.

Foto: Garuda Indonesia.

Share:

WhatsApp

Telegram

X

Facebook

Print

berita penerbangan Citilink Garuda Indonesia Headlines Pelita Air