Nadir Media - Bola.net - Presiden Federasi Balap Mobil Internasional (FIA) Mohammed Ben Sulayem merilis pernyataan resmi mengenai nasib seri-seri Formula 1 2026 yang akan digelar di kawasan Timur Tengah pada April mendatang.
Seperti yang diketahui, situasi di Timur Tengah sedang memanas akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Dalam beberapa hari terakhir, konflik ini terus meluas di kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya di Instagram pada Senin (1/3/2026), Ben Sulayem pun menegaskan bahwa pihaknya akan mengutamakan keselamatan peserta semua kejuaraan yang ada di bawah naungan FIA.
Terus Kontak dengan Pihak-Pihak Terkait
Formula 1 GP Arab Saudi 2023 di Sirkuit Jeddah (c) AP Photo/Hassan Ammar
"Kami terus melakukan kontak dengan klub anggota kami, promotor, tim, dan kolega di lapangan selagi kami memantau perkembangan dengan cermat dan tanggung jawab," tulis Ben Sulayem, yang berasal dari Dubai, Uni Emirat Arab.
"Keselamatan dan kesejahteraan akan memandu keputusan kami selagi kami memantau gelaran-gelaran yang sudah dijadwalkan di sana untuk FIA World Endurance Championship (WEC) dan FIA Formula One World Championship," lanjutnya.
Lewis Hamilton Sebut Perjalanan Ferrari Masih Panjang untuk Kejar Performa Mercedes di Formula 1 2026
Lewis Hamilton Soal Kemenangan Perdana Bareng Ferrari: Tadinya Cuma Nonton di TV, Kini Justru Menang Bareng