Epson Dorong Cetak Tekstil Digital Berkelanjutan di Asia Tenggara
Sumber Foto: Harianjogja.com
Teknologi

Epson Dorong Cetak Tekstil Digital Berkelanjutan di Asia Tenggara

Sunartono

Epson luncurkan whitepaper digital dye/sublimation, dorong cetak tekstil kustom, ramah lingkungan, dan pertumbuhan bisnis di Asia Tenggara.

Advertisement

JAKARTA —Epson, pemimpin global dalam teknologi pencetakan profesional, mengumumkan perilisan whitepaper terbarunya hasil kerja sama dengan International Data Corporation (IDC) bertajuk Digital Sublimation Printing: Driving Customer Value, Sustainability, and Growth. Laporan ini mengupas dampak teknologi digital dye-sublimation dalam menghadirkan nilai bisnis, mendukung keberlanjutan, dan mendorong pertumbuhan industri cetak tekstil.

Berdasarkan survei regional yang melibatkan pemilik dan pengambil keputusan perusahaan cetak tekstil di Indonesia, Filipina, dan Thailand, laporan ini menekankan peran krusial digital dye-sublimation dalam mentransformasi industri cetak tekstil Asia Tenggara. Tren meningkatnya ekspektasi pelanggan, tekanan ekonomi, dan tuntutan keberlanjutan membuat pelaku industri beralih ke solusi digital canggih untuk mempertahankan daya saing.

Advertisement

Permintaan Kustomisasi dan Keberlanjutan Mendorong Pertumbuhan Printer Digital

Di Asia Tenggara, minat terhadap produk tekstil yang dapat dikustomisasi dan ramah lingkungan terus meningkat, sehingga pengiriman printer digital dye-sublimation di kawasan Asia Pasifik melonjak, dari kurang dari 1.500 unit pada 2017 menjadi proyeksi lebih dari 3.000 unit pada akhir 2025 menurut IDC.

BACA JUGA

Orang Tua Keluhkan Menu MBG Ramadan di Jogja, Hasto Soroti Protein

Jadwal SIM Keliling Jogja 26 Februari 2026, Layanan di Alun-Alun Kidul

Jadwal KA Bandara YIA 26 Februari 2026, Cek Keberangkatan dari Tugu

Para penyedia layanan cetak kini menghadapi permintaan tinggi terkait daya tahan produk, kualitas cetak superior, dan kecepatan produksi. Sebanyak 44% responden menyebut efisiensi biaya untuk produksi skala kecil dan kustomisasi sebagai alasan utama mengadopsi teknologi ini. Digital dye-sublimation mampu mencetak warna cerah dengan berbagai desain berbeda, bahkan untuk produksi satuan, sehingga meningkatkan fleksibilitas layanan.

Investasi Digital Dye-Sublimation Buka Peluang Pertumbuhan Hingga 8 Kali Lipat

Laporan menunjukkan bahwa perusahaan yang mengadopsi digital dye-sublimation mencatat pertumbuhan pendapatan delapan kali lebih cepat dibanding metode sablon konvensional. Dalam periode 24 bulan, rata-rata pertumbuhan mencapai 8,4%, jauh lebih tinggi dibanding sedikit di atas 1% pada sablon tradisional.

Berbeda dari sablon konvensional yang membutuhkan jumlah cetak minimum besar, dye-sublimation memungkinkan produksi skala kecil dan sesuai permintaan (on-demand). Selain mencetak gulungan kain, penyedia layanan kini bisa memproduksi label dan tag tekstil. Fleksibilitas ini memungkinkan pencetakan berbagai desain dalam satu batch tanpa mengorbankan efisiensi atau biaya, sehingga 60% penyedia layanan memperluas segmen pelanggan ke penyelenggara acara, pemilik merek, hingga desainer kain.

Tren Gaya Hidup Aktif Dorong Permintaan Apparel Kustom

Meningkatnya aktivitas luar ruang seperti maraton dan hiking di Asia Tenggara memacu permintaan apparel kustom untuk event. Sebanyak 81% penyedia layanan cetak melayani pasar apparel dan sportswear, terutama produk berbahan polyester yang ideal untuk dye-sublimation.

Peluang baru juga muncul di segmen homeware (36%) dan footwear (33%). Lebih dari separuh responden (52%) melaporkan pengalaman pelanggan meningkat karena produksi lebih cepat dan mampu mencetak desain kustom kompleks — keunggulan yang sulit ditandingi metode sablon tradisional.

Keberlanjutan Jadi Prioritas Industri

Seiring Asia Tenggara memperkuat posisi sebagai pusat produksi tekstil global, Epson menyoroti bagaimana digital dye-sublimation mendukung strategi keberlanjutan industri. Tujuh dari sepuluh penyedia layanan cetak menyatakan keberlanjutan sebagai prioritas bisnis, bahkan saat pelanggan belum menjadikannya syarat pembelian. Di perusahaan yang sepenuhnya mengadopsi teknologi digital, angka ini meningkat menjadi 88%.

Namun, hanya sepertiga yang percaya pelanggan memiliki tingkat kepedulian serupa — menandakan perlunya edukasi dan komunikasi lebih kuat antara penyedia teknologi, asosiasi industri, dan pelanggan.

Mengurangi Limbah dan Meningkatkan Keselamatan Kerja

Selain mendorong pertumbuhan (49%) dan mengurangi dampak lingkungan (24%), pencetakan berkelanjutan membawa peningkatan operasional nyata. Dibanding sablon tradisional yang menggunakan banyak air dan tinta berbahan kimia keras, dye-sublimation lebih ramah lingkungan.

Sebanyak 33% pengguna melaporkan keselamatan kerja meningkat karena kontak langsung dengan bahan kimia berkurang dan paparan emisi berbahaya diminimalkan. Kombinasi antara tanggung jawab lingkungan, efisiensi biaya, dan peningkatan kesehatan kerja menjadikan dye-sublimation sebagai teknologi transformatif bagi masa depan industri cetak Asia Tenggara.

“Meski momentum menuju pencetakan berkelanjutan kuat, riset menunjukkan kesenjangan antara ambisi penyedia layanan dan prioritas pelanggan,” ujar Lina Mariani, Head of Vertical Business Epson Indonesia.

“Digital dye-sublimation tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mengurangi konsumsi energi, membatasi paparan bahan kimia, mengurangi limbah, serta membuka peluang pasar bernilai tinggi. Dengan kemitraan dan integrasi teknologi hemat energi, kami ingin memberdayakan industri cetak Asia Tenggara agar lebih kompetitif sekaligus berkontribusi pada masa depan berkelanjutan,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Tag: Bisnis

Advertisement

Berita Terkait

Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi

Elon Musk Bangun TeraFab, Pabrik Chip Terbesar Dunia Senilai Rp423 T

Komisi VII DPR Tinjau PIK 2, Soroti Harga Mahal dan Dampak Lingkungan

Berita Lainnya

Advertisement

Berita Terbaru

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Wisata | 12 hours ago

Pesawat Terbakar Saat Lepas Landas, 232 Penumpang Dievakuasi

Wisata | 15 hours ago

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Wisata | 3 days ago

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Wisata | 5 days ago

Advertisement

Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!

Wisata | 1 week ago

Jangan Salah Bawa, Ini Batas Power Bank di Kabin Pesawat

Wisata | 1 week ago

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

Wisata | 1 week ago

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata | 1 week ago

Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja

Wisata | 2 weeks ago

Advertisement

Glamping DeLoano Menoreh Dibuka Lagi, Sensasi Menginap di Hutan Pinus

Wisata | 2 weeks ago

Kanada Negara Paling Ramah 2026, Indonesia Peringkat 33

Wisata | 2 weeks ago

Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat

Wisata | 2 weeks ago

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Wisata | 2 weeks ago

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Wisata | 3 weeks ago

Advertisement

Cable Car Baru di Tawangmangu Diserbu Wisatawan

Wisata | 3 weeks ago