Dompet Dhuafa Salurkan 50 Paket School Kit untuk Siswa Terdampak Banjir di Bireuen
ACEH — Pada Jumat (13/02/2026), hadir 50 paket school kit yang menjadi penambah semangat belajar bagi siswa-siswi di Gampong Kubu, Kec. Peusangan Siblah Krueng, Bireuen. Bantuan ini hadir di tengah kondisi yang masih jauh dari ideal setelah banjir besar melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Meski sekolah dan rumah mereka terdampak parah, anak-anak tetap harus melanjutkan proses belajar sebagai bagian penting dari pemulihan pascabencana.
Paket school kit tersebut merupakan bentuk kepedulian Dompet Dhuafa bersama para mitra kebaikannya. Kolaborasi ini lahir dari keinginan bersama agar pemulihan pascabanjir di Sumatra, khususnya di Bireuen, dapat segera terwujud, termasuk pemulihan dunia pendidikan yang terdampak cukup serius.
Banjir tak hanya merendam ruang kelas dan perlengkapan belajar, tetapi juga meninggalkan lumpur tebal yang menyulitkan aktivitas sekolah. Bahkan, di beberapa titik, derasnya arus banjir menyebabkan bangunan sekolah rusak berat hingga ada yang benar-benar hilang terbawa air. Dalam situasi seperti ini, kehadiran school kit menjadi simbol harapan agar anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka.
Lebih dari sekadar memenuhi kewajiban belajar, aktivitas sekolah juga menjadi ruang pemulihan psikologis bagi anak-anak. Dengan tetap bersekolah, mereka tidak harus terus larut dalam kesedihan di rumah atau di pengungsian. Bertemu teman sebaya, bercanda, bermain, dan belajar bersama menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan mental mereka.
Hasairi Arnas, Digital Partnership Dompet Dhuafa, menyampaikan bahwa pihaknya berupaya untuk tidak memutus asa anak-anak penyintas banjir. Sebab, di usia yang masih berada pada fase emas pembelajaran, proses pendidikan tidak boleh terhenti. Perjalanan hidup mereka masih panjang, dengan harapan dan cita-cita yang masih terbentang luas di masa depan. Karena itulah, keberlanjutan pendidikan menjadi perhatian utama dalam setiap respons kemanusiaan Dompet Dhuafa.
”Kestabilan mental anak-anak harus tetap dijaga. Bekal kehidupan berupa ilmu dan pengetahuan juga harus terus difasilitasi, meski dalam kondisi darurat,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Dompet Dhuafa secara konsisten menghadirkan fasilitas belajar mengajar bagi anak-anak yang tertimpa musibah. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Dompet Dhuafa menggelar berbagai kegiatan keceriaan di luar pembelajaran akademik. Kegiatan ini dirancang untuk memulihkan semangat anak-anak sekaligus mendampingi para guru agar tetap berdaya dan bersemangat dalam memberikan pembelajaran sesuai dengan kondisi pascabencana.
Tak hanya pendampingan psikososial dan edukatif, Dompet Dhuafa juga menyalurkan paket school kit sebagai penunjang utama proses belajar mengajar siswa. Bantuan ini berisi perlengkapan sekolah yang sangat dibutuhkan setelah banyak alat tulis dan buku pelajaran rusak atau hilang akibat terendam banjir.
Arnas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua mitra, donatur, dan relawan yang terus menunjukkan kepedulian dalam aksi-aksi kemanusiaan bersama Dompet Dhuafa. Menurutnya, kebahagiaan dan antusiasme siswa-siswi penerima school kit ini menjadi penyemangat bagi pihaknya untuk terus bergerak membantu. (Dompet Dhuafa)




