Nadir Media - Delapan putra asal Sulawesi Selatan ditunjuk sebagai komisaris di berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak usahanya, menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap perwakilan daerah dalam struktur korporasi pelat merah.
Pengangkatan ini melibatkan individu-individu dari beragam latar belakang, termasuk birokrasi, kepolisian, politik, akademisi, dan profesional. Mereka ditempatkan di sektor-sektor strategis seperti industri semen, pertambangan, perkebunan, telekomunikasi, dan energi bersih.
Di antara yang diangkat adalah Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., yang menjabat Komisaris PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), yang bertugas mengelola potensi sumber daya mineral dan batubara negara. Dr. Arry Abdi Syalman, S.I.Kom., M.H., CPCE., CPM., diangkat sebagai Komisaris Independen PT Telkom Akses, dengan fokus pada komunikasi strategis dan keamanan siber. Dr. H. Andi Rio Idris Padjalangi, S.H., M.Kn, menjabat Komisaris Utama PT Semen Tonasa, yang merupakan produsen semen terbesar di Indonesia Timur. Selain itu, dr. Andi Nusawarta, M.Kes, Sp.OT, juga menjadi komisaris di PT Semen Tonasa, bersamaan dengan Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.IKom, yang ditunjuk sebagai Komisaris PT Semen Baturaja Tbk. Dr. Ir. Abdul Haris Bahrun, M.Si, diangkat sebagai Komisaris PT Rajawali Citra Mas, sedangkan Prof. Dr. Andi Murtir Jeddawi, S.H., S.Sos., M.Si, masuk dalam jajaran komisaris PT LPP Agro Nusantara. Terakhir, Muhammad Rachmat Kaimuddin, B.Sc., M.B.A, menjabat sebagai Komisaris PT Daya Energi Bersih Nusantara.
Penunjukan mereka disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan bertujuan memenuhi kualifikasi profesional serta memberikan perspektif baru dalam pengawasan dan tata kelola perusahaan BUMN, sesuai dengan peraturan yang berlaku.