Button Sarankan Elkann Beri Contoh Positif untuk Pembalap Ferrari
Presiden Ferrari, John Elkann, menerima banyak reaksi atas kritiknya terhadap Charles Leclerc dan Lewis Hamilton. Salah satunya, Jenson Button, kampiun Formula 1 tahun 2009, yang membela pembalap asal Monako dan mantan rekan setimnya.
Button berkomentar, "Mungkin John harus memberikan contoh yang baik." Bos Ferrari sebelumnya mengatakan kepada Sky bahwa para pembalap Scuderia "harus lebih berkonsentrasi pada mengemudi dan tidak banyak bicara."
Sebagai mantan pembalap Formula 1, Button bukanlah satu-satunya yang menunjukkan solidaritas dengan sesama pembalap. Karun Chandhok, yang pernah turun di adu cepat jet darat pada 2010-2011, juga menulis, "Masalah Ferrari adalah mobilnya tidak cukup cepat tahun ini.
"Jika Ferrari sebagus McLaren tahun ini, saya rasa Charles dan Lewis akan bertarung untuk gelar juara dan memenangkan balapan."
Leclerc sendiri tidak membuat referensi khusus untuk pernyataan Elkann, tetapi menerbitkan pernyataan di media sosial pada Senin (10/11/2025). "Jelas bahwa hanya persatuan yang dapat membantu kami untuk membalikkan situasi ini dalam tiga balapan terakhir. Kami akan memberikan yang terbaik seperti biasanya," ungkapnya.
Rekan setimnya, Hamilton, menulis di media sosialnya sendiri tak lama setelah itu, "Saya mendukung tim saya. Saya berdiri di belakang diri saya sendiri. Saya tidak akan menyerah. Tidak sekarang, tidak dulu, tidak akan pernah."
Hamilton dan Button merupakan rekan setim di McLaren selama tiga tahun dari 2010 hingga 2012. Pembalap 40 tahun itu kemudian beralih ke Mercedes, di mana ia memenangi kejuaraan dunia pembalap sebanyak enam kali sebelum pindah ke Ferrari untuk 2025.
Button membalap untuk McLaren hingga akhir 2016 sebelum mengakhiri kariernya di Formula 1. Pada 2017, ia kembali ke kokpit Formula 1 untuk terakhir kalinya sebagai pengganti pembalap McLaren, Fernando Alonso, di Grand Prix Monaco.




