Bupati Gayo Lues Minta Dukungan Pemprov dan Pusat untuk Pemulihan Pascabencana
Nadir Media - RRI.CO.ID, Blang Kejeren - Momentum buka puasa bersama di Desa Rigeb, Selasa 3 Maret 2026 menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus membangkitkan semangat masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana di Kabupaten Gayo Lues.
Usai salat tarawih berjamaah, Bupati Gayo Lues Suhaidi memaparkan kondisi terkini daerahnya yang masih terdampak bencana. Ia menyebutkan banyak infrastruktur rusak serta mata pencaharian warga hilang akibat bencana yang terjadi pada akhir 2025 lalu.
Menurutnya, kondisi Gayo Lues saat ini seakan mundur hingga 30 tahun ke belakang. Fasilitas umum hancur dan roda perekonomian masyarakat terpukul cukup berat.
Karena itu, Pemerintah Daerah membutuhkan dukungan dari Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat untuk mempercepat proses pemulihan.
Selain itu, Suhaidi mengungkapkan sebanyak 21 desa harus direlokasi karena berada di zona merah dan sebagian wilayahnya hilang tersapu arus air.
Ia menegaskan agar desa-desa yang direlokasi tetap mempertahankan nama dan identitas aslinya, tanpa digabungkan dengan desa lain.
“Setiap desa memiliki kekhasan dan sejarah yang mendalam. Relokasi jangan sampai menghilangkan jati diri masyarakat,” tegasnya.




