Bupati Banjarnegara Buat Kontroversi dengan Sebutan 'Menteri Penjahit' untuk Luhut
Sumber Foto: Suarajawatengah.id
Nadir Fokus

Bupati Banjarnegara Buat Kontroversi dengan Sebutan 'Menteri Penjahit' untuk Luhut

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, kembali menjadi sorotan publik setelah menyebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dengan istilah 'menteri penjahit'. Pernyataan tersebut memicu reaksi negatif di media sosial, di mana banyak pihak menilai bahwa pernyataan itu dapat dianggap menghina marga Panjaitan.

Meski Budhi Sarwono telah meminta maaf dan memberikan klarifikasi, kritik terhadapnya tetap terus mengalir. Sejak kemarin malam, namanya bahkan sempat menjadi trending topic di Twitter, dengan ratusan tweet yang membahas kontroversi ini.

Namun, ada pandangan berbeda yang disampaikan oleh Nadirsyah Hosen, seorang tokoh muda Nahdlatul Ulama, yang membela pernyataan Bupati Banjarnegara. Dalam cuitannya di Twitter, Gus Nadir menyatakan bahwa Luhut Binsar Pandjaitan memang bisa dianggap sebagai 'penjahit' kebijakan pemerintah. Ia berpendapat bahwa sebutan tersebut tidak perlu dipermasalahkan dan mengajak publik untuk tidak terlalu mudah merasa tersinggung.

"Pak LBP memang 'penjahit' sih. Beliau menjahit berbagai kebijakan pemerintah. Yang penting bukan dibilang penjahat," tulis Gus Nadir. Ia juga menekankan agar publik tidak merasa terhina dengan pernyataan tersebut, mengingat Luhut Binsar Pandjaitan dianggap bukan orang yang mudah tersinggung.

Meski demikian, banyak warganet yang tidak sependapat dengan Gus Nadir. Beberapa di antaranya menilai bahwa tindakan Bupati Banjarnegara tidak etis dan kurang mendidik, mengingat jabatannya sebagai pemimpin daerah. Tidak sedikit yang berpendapat bahwa seharusnya sebutan yang lebih formal digunakan dalam konteks tersebut.

Kontroversi ini menunjukkan bagaimana pernyataan publik dari pejabat daerah dapat memicu reaksi beragam dari masyarakat, mencerminkan berbagai pandangan mengenai etika komunikasi dalam dunia politik.