Baznas dan Grand Mercure Malang Berikan Hadiah kepada 1.000 Anak Yatim-Piatu
Nadir Media - Kota Malang
Berita Lainnya
TASPEN Malang Imbau ASN dan Pensiunan Waspada Penipuan yang Mengatasnamakan TASPEN
12 hours ago
Viral Perempuan di Kota Malang Jadi Korban Pelecehan Seksual Teman Sendiri, Keluarga Resmi Lapor Polisi
16 hours ago
Wali Kota Malang Tak Setuju Tower BTS di SDN Kotalama 5
16 hours ago
Peringati Iduladha, PDI Perjuangan Kota Malang Bagi Lebih dari 3.000 Paket Daging Kurban
1 day ago
Jemaah Haji Diminta Patuhi Jadwal Aman Saat Lempar Jumrah
1 day ago
Berita Terbaru
Kabar haji 2026; Nafar Awal Dimulai, Ribuan Jemaah Haji Indonesia Mulai Diberangkatkan dari Mina ke Makkah
4 hours ago
Kabar Haji 2026; Jemaah Buka Cukur Gratis di Mina, Bantu Tahalul Dibayar Doa
4 hours ago
Tiga Pejabat Polresta Malang Kota Berganti Jabatan
5 hours ago
Kabar Haji 2026; Romo Syafi’i Nilai Layanan Haji di Armuzna Tahun Ini Jauh Lebih Baik
6 hours ago
Baca Semua
MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Sebanyak 1.000 anak yatim-piatu gembira karena menerima hadiah dalam kegiatan Gebyar Lailatul Qadar yang digelar di Hotel Grand Mercure Malang Mirama, Sabtu (21/2) sore. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara manajemen hotel dengan Baznas Kota Malang dan Baznas Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan 1447 Hijriah, ini.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, anak-anak yatim piatu adalah golongan yang dimuliakan dan perlu mendapatkan perhatian bersama.
-Advertisement-
“Hari ini Grand Mercure bekerja sama dengan Baznas Kota Malang dan Jatim memberikan perhatian kepada anak-anak yatim piatu. Ini bentuk kepedulian untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus memastikan kehadiran kita bersama mereka,” ujarnya.
Wahyu menilai, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah oleh Baznas merupakan ikhtiar bersama dalam memperkuat tanggung jawab sosial. Ia menegaskan bahwa meskipun anak-anak tersebut tidak lagi memiliki orangtua, mereka tetap berhak memperoleh kasih sayang dan dukungan dari masyarakat.
“Ini tanggung jawab sosial kita. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih cita-cita. Mereka membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat agar bisa tumbuh menjadi generasi yang produktif dan hebat,” tegasnya.
Selain itu, Wahyu juga mendorong agar Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada, bisa lebih produktif untuk menyalurkannya melalui Baznas. Melihat adanya peningkatan jumlah anak yatim-piatu di Kota Malang ini, tak hanya anaknya tetapi juga yayasan yang menaungi harus diperhatikan.
“Perhatian ini juga kami berikan kepada yayasan yang menaungi. Anak-anak ini tadi juga menyampaikan senang sekali, saat bertemu saya. Bukan soal nominalnya, tapi perhatian saat di momen Ramadan seperti saat ini,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Malang Prof Dr H Kasuwi Saiban, MA, mengatakan bahwa ini merupakan kolaborasi rutin setiap tahunnya. Perhatian kepada para anak yatim-piatu ini, tak hanya saat Ramadan tetapi juga saat Muharram.
“Siapa pun yang kurang beruntung, baik yatim, dhuafa maupun disabilitas, perlu kita bahagiakan. Itu bagian dari tugas kami di Baznas,” ujarnya.
Dalam menjalankan programnya, Baznas Kota Malang bekerja sama dengan sekitar 40 yayasan yang tersebar di Kota Malang. Koordinasi dilakukan melalui para pembina dan pengasuh yayasan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Pada kegiatan Gebyar Lailatul Qadar, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga tas berisi perlengkapan belajar senilai Rp 250 ribu untuk masing-masing anak.
Bagi anak-anak yang belum dapat hadir dalam kegiatan tersebut, Baznas memastikan bantuan tetap akan disalurkan dengan cara mendatangi langsung ke yayasan atau tempat tinggal penerima.
“Kami pastikan semua yang berhak tetap menerima. Kalau ada yang belum hadir, akan kami datangi,” tandasnya. (rex/nug)
-Advertisement-




