Nadir Media - RRI.CO.ID, SRAGEN - Sebuah video penganiayaan terhadap seorang anak viral di media sosial. Penganiayaan yang dilakukan seorang ayah kepada anaknya itu disebut-sebut di Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.
Diduga kuat, pelaku sengaja melakukan kekerasan tersebut sebagai bentuk ancaman kepada istrinya untuk meminta uang yang bekerja sebagai buruh migran.
Informasi yang dihimpun penganiayaan dilakukan seorang pria berinisial P (48) warga Desa Srawung, Kecamatan Gesi. P melakukan kekerasan terhadap darah dagingnya sendiri yang masih berusia sekitar 5-6 tahun dan merekam aksi tersebut.
Diduga P mengirimkan video penganiayaan itu dengan harapan sang istri merasa iba atau takut, sehingga segera mengirimkan uang. Namun, rencana bulus tersebut berbalik arah setelah video tersebut bocor dan viral di media sosial.
Dalam sebuah unggahan yang beredar luas di grup medsos seorang netizen membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang memuat bukti-bukti tindakan pelaku. Tak hanya itu, diunggah pula foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Purwanto, pria kelahiran Sragen tahun 1976 yang diduga pelaku.
Dalam foto tersebut, tampak wajah pelaku dengan rambut agak berantakan. Setelah aksi kekerasan itu viral P menjadi buronan aparat kepolisian.
Sadar dirinya menjadi incaran Polisi P langsung melarikan diri menggunakan mobil dengan membawa lima anaknya, sementara satu anak lainnya dititipkan kepada kerabat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, P diketahui merawat enam orang anak. Dua anak berasal dari istrinya yang kini bekerja di luar negeri, sementara empat lainnya merupakan anak dari pernikahan dengan istri lain yang belum diketahui keberadaannya.
Pelaksana Tugas (PLt) Camat Gesi, Dion Henry, membenarkan video penganiayaan terhadap anak terjadi di wilayahnya. Menurutnya bahwa pihak berwenang telah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang merupakan sang ayah.
Pelarian pelaku mulai terendus saat mobil yang digunakannya ditemukan terlantar di wilayah Kabupaten Boyolali.
Meski empat anak telah berhasil diselamatkan, pelaku diketahui berhasil meloloskan diri dari kepungan. Dalam pelarian P diduga membawa serta anak yang menjadi korban penganiayaan di dalam video tersebut.