AS Tekan Iran dengan Batasi Ekspor Minyak ke China, Hubungan AS-China Memanas
Sumber Foto: Tribun Video
Internasional

AS Tekan Iran dengan Batasi Ekspor Minyak ke China, Hubungan AS-China Memanas

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump melakukan pembicaraan dengan PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Rabu (11/2/2026).

Keduanya sepakat meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dengan menyeret negara lain.

AS berencana membatasi ekspor minyak Iran ke China.

Ini akan menjadi bagian dari kampanye tekanan maksimum yang diperbarui bersamaan dengan negosiasi nuklir dengan Teheran.

“Kami sepakat bahwa kami akan mengerahkan seluruh kekuatan dengan tekanan maksimal terhadap Iran, misalnya, terkait penjualan minyak Iran ke China,” kata seorang pejabat senior AS.

Diketahui, China membeli lebih dari 80% ekspor minyak Iran, menjadikannya sumber utama pendapatan minyak mentah bagi Teheran.

Setiap pengurangan signifikan dalam pembelian tersebut akan meningkatkan tekanan ekonomi pada Iran secara tajam.

Sehingga, dapat memengaruhi perhitungan Iran dalam pembicaraan nuklir dengan Washington.

Langkah-langkah tersebut dapat semakin memperumit hubungan AS-China yang sudah tegang.

Tiongkok langsung memberikan respons terhadap tindakan AS-Israel.

Mereka menyebut jika kerja sama yang dilakukan dalam kerangka hukum internasional adalah wajar dan sah.

"Kerja sama normal antar negara yang dilakukan dalam kerangka hukum internasional adalah wajar dan sah, dan harus dihormati dan dilindungi," ketika ditanya tentang diskusi yang dilaporkan tersebut.

Sementara, para pejabat AS mengatakan kampanye tekanan akan berjalan paralel dengan diplomasi dan peningkatan kekuatan militer di kawasan.