Analisis Roy Suryo terhadap Video Ucapan Selamat Idul Fitri Jokowi Menuai Kritikan, Gus Nadir Ajak Fokus pada Kebijakan
Sumber Foto: Tribunjambi.com
Nadir Fokus

Analisis Roy Suryo terhadap Video Ucapan Selamat Idul Fitri Jokowi Menuai Kritikan, Gus Nadir Ajak Fokus pada Kebijakan

Sosok Roy Suryo kembali menjadi bahan perbincangan di media sosial setelah memberikan analisis terhadap video ucapan selamat Idul Fitri 1441 H yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Iriana Jokowi. Dalam analisisnya, Roy Suryo menyoroti berbagai elemen visual dalam video tersebut, yang diunggah melalui akun media sosial resmi Presiden.

Video tersebut dibuka dengan suara takbir dan menampilkan bangunan Istana Bogor. Jokowi, yang mengenakan kopiah hitam dan kemeja serasi dengan Iriana, mengucapkan selamat Idul Fitri dalam suasana yang berbeda akibat pandemi. "Saya merasakan hal ini sangat berat, tetapi keselamatan saudara-saudara tentu lebih penting," ungkap Jokowi dalam video itu.

Namun, fokus Roy Suryo tidak pada pesan yang disampaikan, melainkan pada objek-objek yang terlihat dalam video. Ia mempertanyakan keaslian beberapa benda di sekitar Jokowi, termasuk makanan yang tersaji di meja. "Semoga ketupat dan makanan yang ada di meja itu hanya asesoris shooting," tulis Roy Suryo di Twitter.

Roy Suryo juga mengamati pencahayaan yang ada dalam video dan menyimpulkan bahwa video tersebut tampak seperti hasil pengaturan yang sengaja dibuat. Ia berpendapat bahwa video tersebut seharusnya lebih sempurna dan bebas dari kesalahan teknis.

Analisis tersebut menuai berbagai reaksi, termasuk kritik dari netizen yang merasa bahwa fokus pada aspek teknis video adalah hal yang kurang penting. Di tengah perdebatan tersebut, Nasirsyah Hosen atau yang akrab disapa Gus Nadir memberikan tanggapannya. Ia menilai bahwa perhatian seharusnya tidak tertuju pada sosok Jokowi, melainkan pada kebijakan yang diambil pemerintah.

"Mau siang hari, asesoris, kapan shootingnya, itu tidak berpengaruh pada kebijakan pemerintah. Fokuslah pada kebijakannya, bukan pada sosoknya," tegas Gus Nadir.

Dengan demikian, perdebatan mengenai video ucapan selamat Idul Fitri ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan dalam masyarakat mengenai isu yang lebih substansial, seperti kebijakan pemerintah, dibandingkan dengan analisis teknis yang mungkin tidak relevan.