Anak-anak Semangat Isi Kehadiran Salat Tarawih di Ramadan
Nadir Media - POJOKBANUA, BANJARBARU – Bulan suci Ramadan setiap tahunnya, kerap identik dengan mengisi daftar kehadiran usai pelaksanaan salat tarawih. Daftar kehadiran sendiri berupa buku yang dimiliki oleh anak-anak usia sekolah.
Biasanya, mereka mengantre untuk mendapatkan tanda tangan dari imam usai salat tarawih. Anak-anak pun begitu antusias dengan rutinitas tahunan yang tak pernah lekang oleh waktu.
Salah satu orang tua, Muhammad Akbar mengatakan, anak-anaknya rutin ikut salat tarawih dan mengisi kehadiran salat tarawih di buku yang dibagikan oleh sekolah. Kedua anaknya sendiri sekolah di SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru.
“Agar rajin salat tarawih, jadi bahasanya melatih mereka untuk salat berjemaah,” katanya usai salat tarawih di Masjid As-Salaam, Jalan Golf Banjarbaru, Jumat (20/2/2026) malam.
Akbar sendiri mengajarkan kedua buah hatinya untuk rutin salat tarawih sejak kecil. Seingatnya, sudah dua tahun anaknya rutin mengisi kehadiran salat tarawih.
“Alhamdulllah semakin rajin, karena ada kegiatan (selama Ramadan) sehingga harus mengisi tanda tangan. Dengan adanya tanda tangan ini, anak semakin rajin salat,” tutur warga Jalan Golf itu.
Tingginya antusias anak-anak yang mengisi kehadiran salat tarawih disambut baik imam Masjid As-Salaam, Ustaz Sutondo. Ia melihat dengan mengisi buku kehadiran, anak-anak semangat untuk melaksanakan ibadah.
“Meskipun dengan diberi tugas dari sekolahan, tapi nanti diharapkan kalau sudah enggak dapat tugas dari sekolahan dia akan terbiasa. Sehingga generasi kita ini jadi semangat untuk senantiasa melaksanakan ibadah tarawih,” imbuhnya.
Sutondo berharap, dari kebiasaan mengisi kehadiran ibadah tarawih selama Ramadan, membiasakan anak untuk dapat salat berjemaah di masjid. Harapannya, masjid semakin makmur dengan kehadiran jemaahnya, termasuk dari kalangan anak-anak.
“Kami berharap orang tua terus menerus memotivasi anak untuk gemar ke masjid, sehingga masjid ini ramai dan kita berharap juga generasi kita akan menjadi generasi masjid yang yang takwa tanpa terkena arus globalisasi,” tuntasnya. (FN/KW)




