184.357 Pegawai BUMD dan BUMN Kembali Aktif dalam Program PBI JKN
Nadir Media - Indonesiainside.id – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memaparkan perkembangan terbaru terkait pengaktifan kembali serta peralihan peserta Program Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN) yang sebelumnya dinonaktifkan. Dari total sekitar 11 juta peserta yang sempat nonaktif, lebih dari 869 ribu di antaranya kini telah kembali aktif melalui berbagai skema.
“Dari 11 juta yang kemarin nonaktif, sejumlah 869.000 telah aktif kembali melalui berbagai skema,” kata Gus Ipul dikutip dari laman resmi Kemensos, Jumat (27/2).
Ia merinci, sebanyak 132.507 peserta melakukan reaktivasi kembali ke segmen PBI JKN. Kemudian 405.965 peserta beralih pembiayaan ke pemerintah daerah melalui skema PBPU/BP Pemda. Selain itu, 184.357 peserta tercatat berpindah ke segmen pegawai negeri maupun pegawai BUMD dan BUMN.
“Karena status mereka adalah pegawai negeri atau pegawai BUMN/BUMD. Jadi masih ada ini cukup besar (jumlahnya), ini sebagai salah satu penanda bahwa dulu memang belum sepenuhnya tepat sasaran,” imbuh Gus Ipul.
Lebih lanjut, sebanyak 88 peserta tercatat beralih pembiayaan ke perusahaan swasta tempat mereka bekerja. Sementara itu, 147.046 peserta memilih pindah ke segmen mandiri.
“Bahkan 6.993 (peserta) naik ke kelas 2 dan 2.990 (peserta) naik ke kelas 1,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa dari total 11 juta peserta yang dinonaktifkan, sebagian besar memang sudah tepat sasaran. Namun, sebagian lainnya masih membutuhkan perbaikan data. Karena itu pemerintah membuka mekanisme reaktivasi bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Gus Ipul juga menyampaikan bahwa dirinya telah menandatangani daftar penerima PBI yang akan berlaku mulai bulan depan. Peserta yang berada di luar desil 1–5 masih tetap menjadi peserta selama tiga bulan ke depan sambil dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kita sarankan bagi yang mampu untuk pindah ke segmen mandiri, tapi bagi yang tidak mampu kita akan aktifkan kembali melalui PBI JKN,” tegasnya.
Selain itu, sekitar 106 ribu peserta penderita penyakit kronis dan katastrofik telah otomatis direaktivasi sehingga dapat kembali menggunakan layanan kesehatan melalui skema PBI.
Menurut Gus Ipul, proses ground check juga akan terus dilakukan dengan mencocokkan kepemilikan aset guna memperbarui data dalam DTSEN.
“Tetap nanti akan dilakukan uji lapangan dan nanti akan diukur oleh BPS, sehingga dengan begitu konsistensinya tetap terjaga,” pungkasnya.




