Nadir Media - RRI.CO.ID,Meulaboh- Semangat kebersamaan mewarnai pertemuan akbar pelaku industri kreatif di Aceh. Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari wedding vendor, influencer, dan konten kreator dari wilayah Barat Selatan (Barsela) Aceh berkumpul untuk menggelar aksi buka puasa bersama minggu,15 Maret 2026 . Mengusung tema filosofis, "Satu Pertemuan dengan Seribu Cerita, Satu Kebersamaan dengan Sejuta Harapan," acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat simpul persaudaraan di tengah bulan suci Ramadan.
Ketua Panitia Pelaksana, Bobby Juanda, dalam keterangannya kepada RRI menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menjalin silaturahmi yang lebih erat antar sesama penggiat industri pernikahan dan kreatif. Menurutnya, acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan para pelaku usaha lainnya. "Kami ingin memeriahkan Ramadan dengan amalan kebaikan melalui silaturahmi dan aksi berbagi," ujar Bobby.
Kemeriahan acara ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan yang bermanfaat dan menghibur. Dimulai dengan pembagian takjil gratis kepada masyarakat, para peserta kemudian menyimak tausiah Ramadan dan melaksanakan santunan bagi anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial. Tak hanya itu, suasana semakin akrab dengan adanya sharing session antar vendor yang memungkinkan terjadinya pertukaran ilmu dan pengalaman di lapangan.
Untuk membangkitkan kreativitas, panitia juga menggelar lomba video konten dan pemilihan busana terbaik yang diikuti dengan antusias oleh para peserta, ditambah dengan berbagai doorprize menarik yang menambah keceriaan suasana. Integrasi antara konten kreator dan vendor pernikahan ini diharapkan mampu menciptakan promosi digital yang lebih segar bagi industri jasa di Aceh ke depannya.
Harapan besar digantungkan pada keberlanjutan acara ini agar dapat meningkatkan kolaborasi maksimal dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan sinergi yang kuat, sektor budaya, wisata, dan ekonomi—khususnya yang berkaitan dengan industri pernikahan—diharapkan dapat terus bertumbuh pesat. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk memperkenalkan kekayaan adat pernikahan Aceh ke kancah yang lebih luas sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal secara signifikan.