Nadir Media - Pada 19 Juli, terjadi 142 aksi protes serentak di 42 negara bagian Amerika Serikat menentang pembangunan pusat data AI. Ini merupakan kampanye protes nasional pertama yang menyoroti kekhawatiran terhadap ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan.
Protes ini diprakarsai oleh organisasi komunitas HumansFirst, yang menilai bahwa pembangunan pusat data tidak transparan dan melanggar hak-hak masyarakat lokal. Mereka menuntut agar informasi terkait proyek diungkapkan, perlindungan terhadap sumber daya dan lingkungan, serta mekanisme untuk meminta pertanggungjawaban investor.
Sebuah jajak pendapat dari Reuters/Ipsos yang dirilis pada bulan Juni menunjukkan bahwa hanya sepertiga warga Amerika yang mendukung laju pembangunan pusat data saat ini. Selain itu, hanya 14% yang setuju untuk membangun pusat data AI di lingkungan mereka. Banyak warga mengungkapkan kekhawatiran terkait konsumsi listrik dan air oleh pusat data, terutama di daerah yang mengalami kekurangan air. Di sisi lain, perwakilan industri pusat data menyatakan bahwa konsumsi air mereka lebih rendah dibandingkan dengan banyak industri lainnya dan mereka berupaya untuk meminimalkan dampak lingkungan.
Protes ini mencerminkan kekhawatiran yang semakin meningkat di kalangan masyarakat mengenai dampak dari pembangunan pusat data AI. Sementara itu, pihak berwenang dan industri pusat data berupaya untuk berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengatasi isu-isu yang muncul terkait pembangunan tersebut.