KOMPAS.com – Gangguan ginjal pada anak kini makin sering ditemukan, bahkan pada usia yang sangat dini. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat berkembang hingga memerlukan tindakan serius seperti cuci darah.
Dokter Spesialis Urologi Dr. dr. Widi Atmoko, Sp.U (K), FECSM, FACS, menjelaskan bahwa gangguan ginjal pada anak dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kelainan bawaan hingga pola makan.
“Biasanya ada kemungkinan beberapa faktor. Bisa gangguan anatomi, gangguan metabolisme, atau faktor genetik,” ujar dr. Widi dalam acara Grand Launching SURE, Summit Robotic & Endourology Institute, di Eka Hospital MT Haryono, Rabu (18/2/2026).
Berikut sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal pada anak.
Penyebab Gangguan Ginjal pada Anak
1. Kelainan anatomi saluran kemih
Salah satu penyebab yang cukup sering ditemukan adalah kelainan struktur pada saluran kemih sejak lahir. Kelainan ini bisa berupa penyempitan pada saluran yang seharusnya normal.
Kondisi tersebut membuat aliran urine tidak lancar dan dapat menyebabkan penumpukan urine di ginjal. Jika berlangsung lama dan tidak ditangani, hal ini berisiko merusak fungsi ginjal secara perlahan.
“Misalnya salurannya harusnya enggak sempit, tapi pada anak tersebut bisa sempit,” jelasnya.
2. Gangguan metabolisme kalsium
Beberapa anak memiliki kadar kalsium dalam urine yang tinggi akibat gangguan metabolisme tertentu.
Kondisi ini bisa dipengaruhi faktor genetik atau kelainan pada proses pengolahan mineral dalam tubuh.
“Metabolisme kalsiumnya itu kandungan kalsium di urinenya cukup tinggi sehingga dia sangat berpotensi,” kata dr. Widi.
Kadar kalsium yang berlebihan dalam urine dapat memicu pembentukan kristal yang lama-kelamaan berkembang menjadi batu ginjal.
Adapun dr. Widi mengatakan, risiko ini tetap ada meski asupan cairan sudah diatur sehingga perlu evaluasi lebih lanjut melalui pemeriksaan urine dan darah jika anak dicurigai memiliki gangguan metabolik.
3. Faktor genetik
Riwayat keluarga dengan gangguan metabolik atau batu ginjal juga dapat meningkatkan risiko pada anak.
Menurut dr. Widi, kondisi ini biasanya terdeteksi melalui analisis metabolik dari urine dan darah untuk melihat apakah terdapat gangguan hormon atau kadar kalsium yang tidak normal.
4. Malnutrisi dan dehidrasi
Selain faktor bawaan dan metabolik, kondisi gizi dan kecukupan cairan anak juga berperan penting terhadap kesehatan ginjal.